9. SOAL EVALUASI BAB PERUBAHAN SOSIAL

A

1.Adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang dijumpai dalam kehidupan sosial di masyarakat sering menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Proses ini merupakan….
a.Perubahan kebudayaan
b.Diferensiasi sosial
c.Peranan sosial
d.Perubahan sosial
e.Integrasi sosial

2.Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial adalah….
a.Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi
b.Program transmigrasi dari pemerintah
c.Keberhasilan program keluarga berencana
d.Adanya perpindahan penduduk antardaerah
e.Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat

3.Salah satu faktor pendorong perubahan masyarakat yang datang dari dalam masyarakat itu sendiri adalah….
a.Perubahan lingkungan alam
b.Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
c.Adanya pertentangan dalam masyarakat
d.Adanya peperangan
e.Adanya penjajahan

4.Contoh dari perubahan cepat dan mendasar adalah….
a.Model pakaian
b.Revolusi industri
c.Hukum pewarisan
d.Undang-undang perkawinan
e.Pembuatan alat-alat

5.Faktor penghalang terjadinya suatu perubahan adalah….
a.Masyarakat yang terbuka terhadap hal-hal yang baru
b.Masyarakat yang memiliki inovasi tinggi
c.Adanya kepentingan-kepentingan yang sudah tertanam kuat
d.Bertambah dan berkurangnya penduduk
e.Kuatnya hubungan dengan masyarakat sekitarnya

6.Perubahan yang merupakan lanjutan dari perubahan terdahulu disebut….
a.Perubahan mendasar
b.Perubahan revolusi
c.Perubahan structural
d.Perubahan menyebar
e.Perubahan proses

7. Perubahan yang disebabkan oleh faktor lingkungan alam adalah….
a.Terjadinya banjir
b.Hujan besar
c.Terjadinya bedol desa
d.Hama pertanian
e.Kebakaran

8.Cara suatu kebudayaan yang masuk dengan jalan damai disebut….
a.Penetration violence
b.Penetration culture
c.Penetration civilization
d.Penetration pasifique
e.Difusi culture

9.Berikut ini faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial adalah….
a.Perkembangan iptek yang lambat
b.Prasangka terhadap hal-hal yang berbau asing
c.Kebutuhan yang semakin kompleks
d.Chauvinisme
e.Mempertahankan adat dan kebiasaan

10.Perubahan yang mendasar meliputi struktur-struktur sosial dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat dinamakan….
a.Evolusi sosial
b.Perubahan progress
c.Pergeseran tata nilai
d.Revolusi sosial
e.Perubahan regress

11.Yang termasuk evolusi dibidang sosial adalah …
a.Perubahan sistem pertanian ladang ke sistem pertanian irigasi
b.Penerimaan masyarakat terhadap pola hidup keluarga kecil
c.Pergantian bentuk pemerintahan dari kerajaan ke republik
d.Penggunaan mesin traktor untuk membajak sawah
e.Penggunaan bibit unggul dalam bidang pertanian

12.Alasan terjadinya perubahan social dalam bidang ekonomi yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat adalah …
a.Rasa tidak puas dengan kondisi yang sedang berlangsung
b.Kecewa dengan hasil yang telah didapat
c.Ingin meningkatkan perdapatan perkapita
d.Kurangnya tenaga ahli dalam melaksanakan pembangunan
e.Kurangnya sumberdaya manusia dalam bidang ekonomi

13.Pergolakan sangat erat kaitannya dengan disintegrasi karena …
a.Disintegrasi berakibat terhadap perubahan
b.Pergolakan menimbulkan chaos
c.Pergolakan menimbulkan anomi
d.Pergolakan cenderung menimbulkan disintegrasi
e.Pergolakan cenderung mengarah ke konflik

14.Suatu tindakan dikatakan kriminal jika …
a.Bertentangan dengan norma dan nilai
b.Tidak sejalan dengan kesepakatan
c.Bertentangan dengan hukum yang berlaku
d.Adanya denda yang besar bagi pelaku
e.Tidak sesuai dengan kehendak pribadi

15.Tindakan korupsi adalah tindak kejatan yang terjadi karena …
a.Pelakunya mempunyai kebiasaan buruk
b.Adanya kelainan jiwa yang diidap pekaku
c.Ada kesempatan yang dimiliki pelaku
d.Pelakunya mempunyai cacat fisik
e.Pelakunya memiliki kekuasaan

16.Perbedaan antara aksi protes dengan aksi demonstrasi terletak pada …
a.Jumlah pengikutnya
b.Waktu yang digunakan
c.Interaksinya
d.Latar belakang
e.Tujuannya

17.Perubahan mode pakaian dikategorikan sebagai perubahan yang pengaruhnya kecil dengan ruang lingkup yang tidak luas karena …
a.Tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat
b.Selalu menguntungkan pedagang
c.Hanya diikuti oleh golongan tertentu
d.Tidak ada hubungan dengan bidang kebudayaan
e.Hanya berhubungan dengan kebutuhan sekunder

18.Penemuan baru yang direncanakan secara matang paling banyak terjadi pada …
a.Bidang agama
b.Bidang sastra
c.Bidang sosial
d.Bidang teknologi 
e.Bidang politik

19.Sikap-sikap yang dapat menjaga keutuhan suatu bangsa sebagai bangsa yang majemuk, antara lain …
a.Sikap adil dan bijak harus dilakukan aparat pemerintan dalam melaksanakan tugasnya
b.Berjiwa sosial demi kalangsungan hidup kelompoknya atau partainya
c.Menerapkan aturan hokum secara konsekuen bagi golongan tertentu
d.Menyelesaikan tugas yang ditugaskan kepada aparat tertentu
e.Meningkatnya sikap primodial bagi setiap suku bangsa yang ada di indonesia

20.Kesadaran social sangat penting dalam mewujudkan kesinambungan Negara dan bangsa karena …
a.Hal ini dapat menambah semangat gotong royong setiap wilayah
b.Sikap yang demikian dapat membrantas konflik antarkelompok atau golongan
c.Tanpa adanya kesadaran sosial dari setiap warga masyarakat sulit untuk mewujudkan kasinambungan bangsa
d.Kesadaran nasional akan memupuk sikap primodial setiap suku bangsa
e.Kesadaran social dapat diwujudkan dengan konsolidasi setiap partai politik

B

1.         Apa saja contoh-contoh nyata perubahan social?

  • Perubahan sistem mata pencaharian manusia, dari sistem berburu dan nomaden (berpindah-pindah) menjadi sistem bertani dan menetap. Perubahan stratifikasi berdasarkan adat yang memerlukan waktu yang relatif lama karena adanya perasaan yang tertanam kuat (vested interest)
  • Revolusi Amerika yang terjadi untuk menentang penjajahan, dengan revolusi yang hanya berjalan 8 tahun (1775-1786) berhasil menciptakan sistem pemerintahan baru, yakni demokrasi, dimana sebelumnya berbagai dunia menerapkan sistem feodalisme. Revolusi Industri di Inggris menimbulkan cara pandang baru terhadap teknologi.
  • Perubahan mode pakaian yang tidak merubah sistem pada masyarakat. Perubahan gaya rambut yang hanya ditujukan pada fashion.
  • Migrasi yang dilakukan oleh masyarakat akan membuat daerah tujuan menjadi padat.

2.         Apa alasan masyarakat mau menerima perubahan?

  • Rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada
  • Timbulnya keinginan untuk mengadakan perbaikan
  • Kesadaran akan adanya kekurangan dalam kebudayaan sendiri sehingga berusaha mengadakan perbaikan
  • Adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat
  • Banyaknya kesulitan yang dihadapi yang memungkinkan manusia berusaha untuk dapat diatasinya
  • Tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin komplek dan adanya keinginan untuk meningkatkan taraf hidup
  • Sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru, baik yang datang dari dalam maupun dari luar masyarakat tertentu
  • Sistem pendidikan yang dapat memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia untuk meraik masa depan yang lebih baik

 

3.         Gambarkan dan beri contoh bahwa suatu penemuan baru dapat mengakibatkan perubahan dalam bidang-bidang lain!

Penemuan baru dapat mempengaruhi dari satu bidang ke bidang lain. Misalnya, penemuan mobil, kereta api, dan telepon yang menyebabkan tumbuhnya lebih banyak pusat-pusat kehidupan di daerah pinggiran kota.

4.         Disintegrasi dapat berwujud pergolakan daerah, aksi protes, demostrasi, kenakalan remaja dan tindak criminal. Tuliskan masing-masing kedua contohnya!

Pergolakan daerah : 

  •  Konflik antar-suku di Papua
  • Pemberontakan PKI Madiun

 Aksi protes : 

  • Demontrasi kaum buruh untuk kenaikan upah
  • Demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa yang menuntut diadakannya reformasi

Kenakalan remaja : 

  • Tawuran antar pelajar sekolah
  • Seks bebas

Kriminalitas:

  • Pembunuhan
  • Perampokan

 

5.         Apa maksud dengan kejahatan “kerah putih” (white collar crime)?

Kejahatan Kerah Putih (White Collar Crime) adalah Suatu tindak kecurangan yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja pada sector pemerintahan atau sector swasta, yang memiliki posisi dan wewenang yang dapat mempengaruhi suatu kebijakan dan keputusan.

6.         Bagaimana cara menanggulangi kenalakan remaja yang sekarang ini cenderung mengaruh ke tindak criminal?

Perubahan social dan budaya membawa dampak positif dan negative terhadap kehidupan kita. Kita sebagai remaja saat ini harus waspada terhadap hal-hal yang menimbulkan perubahan yang mengarah ke hal negative. .  Pengawasan yang kurang dan mental yang dimiliki oleh remaja menjadi salah satu faktor timbulnya kenakalan tersebut.  Kita harus mempunyai sikap tegas menolak terhadap perubahan yang membawa ke arah negative. Kita dapat mengambil pengaruh positifnya yaitu dengan tetap berpedoman pada nilai dan norma masyarakat , mengambil pengaruh positif dari budaya Barat, seperti tepat waktu , belajar keras , dan rajin belajar ilmu pengetahuan serta mengenal dan mencintai kebudayaan sendiri dengan berusaha melestarikannya dan yang terpenting adalah dengan membentengi diri dengan ilmu agama.

 

7.         Jika Anda adalah pengamat politik, bagaimana cara Anda menyikapi para tokoh politik yang cenderung saling berkonflik?

Ketika para tokoh politik terus berkonflik, itu menandakan belum siapnya mereka untuk bersaing. Seharusnya mereka bisa saling bertukar pikiran mengenai dunia politik yang mereka dalami. Para tokoh politik harus melihat tujuan sebenarnya dari politik, bukan hanya kekuasaan tetapi memahami keinginan masyarakat luas. Bukan memperdebatkan perbedaan pendapat.

 

8.         Jika Anda seorang pejabat yang mempunyai kedudukan, bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah-masalah disintegrasi?

  • Memajukan semangat multikulturalisme dengan menuntut masyarakat untuk hidup bertoleransi, saling pengertian dan saling memahami keadaan.
  • Mengadakan diskusi terbuka antarkelompok dan golongan untuk mencapai kesepakatan bersama dan tidak ada yang dirugikan

 

9.         Pada masyarakat majemuk, potensi konflik sangat besar. Sikap apa yang harus dikembangkan agar dapat terwujud kesinambungan bangsa dan Negara?

            Mengembangkan sikap toleransi, saling pengertian antarbudaya dan antar bangsa dalam membina suatu dunia baru. Dan ikutmenyumbangkan rasa cinta terhadap sesame dan sebagai alat untuk membina dunia yang aman dan sejahtera.

10.       Sebagai warga masyarakat yang peduli dengan kedamaian dan ketentraman. Bagaimana pendapat Anda terhadap terjadi konflik antaretnis di Indonesia?

            Keberagaman itu memang memperlihatkan betapa banyaknya perbedaan yang harus dipahami. Dari segi bahasa, satu kata bisa berarti begitu indahnya bagi satu suku, tetapi sebaliknya kata yang mempunyai arti indah itu mempunyai arti yang begitu jelek bagi suku yang lain. Tak ada yang bisa memahami mengapa ada orang-orang yang begitu mudahnya menganggap dirinya jauh lebih baik dan jauh lebih berhak atas sesuatu di dunia ini. Bangsa ini harus belajar bagaimana menjadikan diri merasa cukup dan tidak hidup berelbihan agar tak ada rasa saling cemburu dan iri dengki. Padahal dengan hanya mengenal pihak yang berbeda suku, terutama yang hidup berdampingan, akan memperkecil bahkan mencegah timbulnya konflik antar suku di Indonesia. Mengenal tidak hanya tahu namanya, tetapi mengetahui suku bangsanya serta adat atau kebiasaan yang bersangkutan. Dengan demikian, ketika suatu saat ada hal-hal yang berbeda dengan adat atau kebiasaan suku kita, dapat kita pahami dan bisa kita terima dengan besar hati

By SOCIOUS SOCIETY

8. CONTOH DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL

1359469-balaikota-panas-620X310

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekelompok massa dari berbagai elemen buruh kembali mendatangi kantor Balaikota DKI Jakarta, Jumat (2/11/2012). Mereka kembali mendesak Pemprov DKI Jakarta agar menaikkan upah buruh yang dinilai tidak sesuai lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup di Jakarta, menghapus tenaga kerja alih daya, dan menjamin kesehatan.

Terkait demo ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku sudah mengetahui adanya demo tersebut.

“Ya, saya sudah tahu kok ada demo di depan Balkot. Nanti dari pertemuan tadi dengan Pak Menteri dengan Ibu Gubernur, Bapak Gubernur, nanti ketemu dengan Apindo, ketemu dengan serikat,” kata Jokowi, di Kemenakertrans, Jakarta, Jumat, (2/11/2012).

Namun, Jokowi masih belum menyebut angka pasti berapa besaran UMP di Jakarta. “Ini semuanya masih dalam proses semuanya. Saya enggak mau ngomong angka. Enggak mau,” kata Jokowi.

Ribuan buruh berencana berunjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta hari ini, seperti di Balaikota, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, dan Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Pusat.

Pada saat yang bersamaan, hari ini di ruang rapat Wakil Gubernur, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama juga melakukan pembahasan soal penetapan kebutuhan hidup layak (KHL) dan upah minimum provinsi (UMP) 2013.

Pada pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya menetapkan angka kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp 1.978.789 per bulan.

Seperti yang diberitakan, sejumlah buruh dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), serta sejumlah organisasi buruhnya memulai aksinya sekitar pukul 10.00 WIB di depan kantor Wali Kota Jakarta.

Para buruh ini berunjuk rasa menolak upah murah. Mereka menuntut Jokowi untuk menaikkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta per 1 Januari 2013.

Jarang kita melihat para buruh di Indonesia memiliki kekayaan yang banyak atau bisa dikategorikan kedalam golongan masyarakat menengah ke atas. Mayoritas para buruh dikategorikan dalam golongan menengah ke bawah dan banyak juga diantara para buruh untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya masih kurang dari penghasilannya sebagai seorang buruh.

Latar belakang yang menyebabkan masalah ini adalah masih minimnya gaji atau upah yang didapatkan mereka sebagai seorang buruh baik buruh industri,perusahaan,perhotelan maupun buruh tani. Sangat memprihatinkan memang jika buruh yang sudah bekerja dengan waktu yang lama masih mendapatkan upah yang tidak sesuai atau upah yang rendah. Mereka menerima upah yang tidak sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.  Standar gaji yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka tidak sesuai dengan kebutuhan yang harus mereka penuhi setiap harinya sehingga para buruh kecewa pada pemerintah yang telah membuat standar gaji yang sangat rendah ini.

Penghasilan yang rendah atau masih dibawah standar kebutuhan hidup sehari-hari menyebabkan tingkat kesejahteraan diantara para buruh masih sangat sulit untuk dicapai. Penghasilan yang rendah ini juga dapat mendatangkan bencana bagi para buruh yaitu dengan tidak terpenuhinya kebutuhan hidup yang harus dicapai setiap harinya. Jika dilihat dari kenyataan yang ada pada buruh Indonesia saat ini bahwa penghasilan mereka berbanding terbalik dengan biaya pengeluaran yang harus digunakan untuk memenui kebutuhan hidup mereka setiap harinya. Penghasilan yang mereka dapatkan  sangat tidak layak jika dibandingkan juga dengan harga-harga kebutuhan pokok saat ini. Kebutuhan pokok yang semakin meningkat dari segi harganya sangat tidak rasional dengan apa yang mereka dapatkan sebagai seorang buruh. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan taraf hidup dalam masyarakat Indonesia.

By SOCIOUS SOCIETY

7. SOAL LATIHAN SOSIOLOGI SMA

Soal Sosiologi kelas X

1.     Sosiologi lahir dari lontaran kekhawatiran seorang ahli filsafat Perancis yang bernama…

a.       Herbert Spencer

b.       Thomas Hobbes

c.       Lester Frank Ward

d.     Max Weber

e.      Auguste Comte

 

 

2.   Sosiologi didasarkan pada hasil observasi, tidak spekulatif, dan menggunakan akal sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa sosiologi bersifat…

a.       Empiris

b.      Teoritis

c.       Kumulatif

d.      Non-etis

e.      Praktis

 

3.     Sosiologi memperlajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat. Ini merupakan definisi sosiologi menurut…

A        Selo Soemarjan

b.      Ogburn

c.       Durkheim

d.      Weber

e.      Spencer

 

4.    Definisi sosiologi adalah…

a.       Ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia

b.      Ilmu yang mempelajari adat istiadat manusia

c.       Ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan alam

d.      Ilmu yang mempelajari terjadinya manusia

e.      Ilmu pengetahuan tentang alam semesta

 

5.   Contoh nilai yang sudah melembaga dalam kehidupan masyarakat antara lain…

a.       Gotong royong

b.      Sikap individualistik

c.       Sikap materialistik

d.      Konsumeristik

e.      Nepotisme

 

6.   Suatu perubahan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi pola masyarakat disebut

a.       Usage

b.      Folkways

c.       Adat istiadat

d.      Mores

e.      Custom

 

7.      Nilai kebenaran yang berguna bagi rohani manusia bersumber pada…

a.       Kepercayaan terhadap suatu agama

b.      Keyakinan diri sendiri

c.       Perasaan manusia

d.      Unsur akal manusia

e.      Unsur indera manusia

8.   Kehidupan dalam suatu masyarakat akan berjalan tertib dan teratur jika anggota masyarakat sendiri bertindak sesuai dengan yang diharapka, yang berpedoman pada …

a.       Apa yang dikehendaki

b.      Kebiasaan yang telah mendarah daging

c.       Aturan penguasa

d.      Norma yang berlaku

e.      Simbol-simbol kekuasaan

 

9.   Nilai-nilai sosial mempunyai fungsi umum, antara lain…

a.       Mengukur usaha manusia dalam memperlakukan nilai tersebut

b.      Mengukur kedudukan seseorang dalam menggunakan nilai tersebut

c.       Mengarahkan manusia dalam berpikir dan bertingkah laku

d.      Mengukur seberapa banyak orang yang menganut nilai tersebut

e.      Merupakan langkah awal bagi manusia untuk memperkuat kekuasaannya

 

10.  Salah satu sumber informasi yang mendasari iteraksi adalah …

a.       Sikap diri

b.      Letak geografis

c.       Sosialisasi

d.      Asal-usul

e.      Penampilan fisik

 

13.  Berikut ini yang merupakan tahapan dalam proses mendekatkan, adalah …

a.       Terminating

b.      Describing

c.       Stragnating

d.      Intensifying

e.      Extensifying

 

14.   Adanya kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain disebut …

a.       Sugesti

b.      Imitasi

c.       Simpati

d.      Asimilasi

e.      Identifikasi

 

15.   Bila seseorang telah mengadakan hubungan langsung seperti tatap muka, maka orang tersebut telah mengadakan . . .

a.       Kontak sekunder

b.      Kontak sekunder langsung

c.       Interaksi

d.      Kontak primer

e.      Kontak sekunder tidak langsung

 

16.   Kontravensi merupakan bentuk proses sosial yang berada antara . . .

a.       Persaingan dan pertentangan

b.      Akomodasi dan asimilasi

c.       Kerjasama dan persaingan

d.      Pertentangan dan konflik

e.      Persaingan dan akomodasi

 

17.  Jumlah pelakunya lebih dari dua. Adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. Hal ini merupakan ciri dari . . .

a.       Integrasi sosial

b.      Perubahan sosial

c.       Interaksi sosial

d.      Komunikasi sosial

e.      Kontak social

 

18.   Salah satu faktor yang mempengaruhi interaksi sosial adalah sugesti. Sugesti berarti . . .

a.       Meniru perbuatan orang lain dengan berbagai perubahan

b.      Melakukan perbuatan sama seperti pihak lain

c.       Merasakan seperti apa yang dirasakan pihak lain

d.      Mengikuti pihak lain tanpa menggunakan alasan

e.      Melakukan perbuatan tanpa memperhatikan keberadaan orang lain

 

19.   Ada empat macam jarak dalam interaksi sosial. Salah satunya adalah . . .

a.       Jarak waktu

b.      Jarak ruang

c.       Jarak pribadi

d.      Jarak tempat

e.      Jarak media

 

20.   Bentuk interaksi antarindividu dengan kelompok berikut ini adalah . . .

a.       Adik meminta uang jajan kepada ibunya

b.      Penonton pertandingan bola berteriak secara serempak

c.       Ibu dan bapak bercakap-cakap di ruang tamu

d.      Toto melihat- lihat foto teman sekolahnya

e.      Ibu Indah mengajar sosiologi di kelas dua

 

21.   Kontak yang terjadi antara masing-masing pihak melalui surat atau telepon termasuk kontak . . .

a.       Sekunder tidak langsung

b.      Primer langsung

c.       Sekunder

d.      Primer tidak langsung

e.      Sekunder langsung

 

22.   Bila si anak mulai menyesuaikan diri dengan adat istiadat atau perilaku kelompoknya maka anak tersebut sudah mulai . . .

a.       Menengal norma

b.      Belajar bergaul

c.       Memahami nilai

d.      Berintegrasi

e.      Bersosialisasi

 

23.   Agen sosialisasi pada tahap awal pembentuk kepribadian anak adalah . . .

a.       Teman bermain

b.      Teman belajar

c.       Keluarga

d.      Sekolah

e.      Media massa

 

24.   Iklan yang ditayangkan melalui media televisi mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan hidup di masyarakat karena iklan berpotensi memicu . . .

a.       Perubahan pola hidup masyarakat

b.      Terjadinya benturan kepentingan

c.       Terjadinya kebrutalan anak-anak

d.      Timbulnya perilaku yang khas di masyarakat

e.      Perubahan pola pikir yang cenderung amoral

 

25. Jika seseorang ingin diterima menjadi anggota kelompok sosial, maka ia harus menjalani proses . . .

a.       Institusionalisasi

b.      Nasionalisasi

c.       Sosialisasi

d.      Normalisasi

e.      Internalisasi

 

26. Peranan sekolah dalam sosialisasi sangat berhubungan dengan kepastian ekonomi karena . . .

a.       Semua sekolah dapat menciptakan lapangan pekerjaan

b.      Sekolah adalah tempat bermain dan belajar

c.       Sekolah mengajarkan keterampilan dan pengetahuan

d.      Kurangnya sekolah merupakan indikator kemiskinan suatu daerah

e.      Kulaitas manusia ditentukan oleh tingkat pendidikan

 

27.   Proses sosialisasi primer yang tidak sempurna antara lain disebabkan oleh . . .

a.       Anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat

b.      Terjadinya peperangan atau disintegrasi keluarga

c.       Perubahan masyarakat yang terlalu cepat dan mendasar

d.      Kenakalan remaja yang semakin gencar dan meresakan

e.      Tidak adanya kepastian hukum di masyarakat

 

28.   Masa di mana seorang anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya dengan meniru disebut . . .

a.       Play stage

b.      Game stage

c.       Generalized stage

d.      Masa akil balig

e.      Masa kanak-kanak

 

 

29.   Sosialisasi dalam pergaulan merupakan tipe sosialisasi . . .

a.       Formal

b.      Informal

c.       Material

d.      Immaterial

e.      Primer

 

30.   Cara untuk menertibkan masyarakat yang melanggar aturan disebut . . .

a.       Lembaga sosial

b.      Pengendalian sosial

c.       Penaatan sosial

d.      Keteraturan sosial

e.      Ketertiban sosial

 


 

Soal sosiologi kelas XI

1.    Berikut ini merupakan ciri struktur sosial, yaitu . . .

a.       Struktur sosial merupakan seluruh kebudayaan masyarakat

b.      Struktur sosial dapat dilihat secara vertikal

c.       Struktur sosial mengacu pada status dan peranan

d.      Struktur sosial dapat dilihat secara horizontal

e.      Struktur sosial memiliki hubungan yang aneh

 

2.     Kekayaan, pekerjaan, dan pendidikan merupakan dasar penggolongan masyarakat secara . . .

a.       Horizontal

b.      Vertikal

c.       Longitudinal

d.      Searah

e.      Horizontal dan Vertikal

 

3.   Berikut ini yang termasuk diferensiasi social adalah…

a.     Ras, jenis kelamin, dan pendidikan

b.     Kekayaan, suku bangsa, dan agama

c.      Klan, agama, dan ras

d.     Pekerjaan, jenis kelamin, dan keahlian

e.      Pekerjaan, kekuasaan, dan agama

 

 

4.     Kemajemukan sosial dalam suatu masyarakat didasarkan pada . . .

a.       Ras dan Agama

b.      Ras dan Pendidikan

c.       Pekerjaan dan Kekuasaan

d.      Kekayaan dan Etnis

e.      Kekuasaan dan Klen

 

5.   Yang termasuk ke dalam ciri fenotip kuantitatif adalah . . .

a.       Bentuk rambut dan golongan darah

b.      Bentuk amta dan jantung

c.       Bentuk hidung dan golongan darah

d.      Golongan darah dan jantung

e.      Warna kulit dan bentuk rambut

 

6.       Pada masyarakat Minangkabau, klen yang didasarkan pada garis keturunan ibu disebut . . .

a.       Marga

b.      Fratri

c.       Paroh

d.      Paruik

e.      Fam

 

 

7.   Hidung mancung, kulit putih, rambut pirang merupakan ciri khas . . .

a.       Mongoloid

b.      Kaukasoid

c.       Negroid

d.      Austroloid

e.      Veddoid

 

8.    Masyarakat Indonesia pada umumnya termasuk ras…

a.     Kaukosid Mediterania

b.     Asiatic Mongoloid

c.     Malayan Mongoloid

d.     Indoaustrenesia

e.     Malayan Melanesia

 

9.    Diferensiasi berdasarkan gender pada masyarakat maju dikaitkan dengan…

a.    Keahliannya

b.    Kepribadian

c.     Pola pendidikan

d.    Keturunan

e.    Tingkah laku

 

10.   Sikap yang cocok pada masyarakat majemuk agar tidak terjadi konflik…

a.    Kompromis

b.    Kerja sama

c.     Demokratis

d.    Toleransi

e.    Koordinasi

 

 

11.   Ahli yang mengemukakan bahwa stratifikasi sosial merupakan penggolongan orang-orang ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, hak-hak istimewa, dan prestise adalah . . .

a.       Pitirim A. Sorokin

b.      Karl Marx

c.       Cuber

d.      Emile Durkheim

e.      Max Weber

 

12.  Beberapa factor yang menyebabkan stratifikasi social adalah…

  1. a.          Kepandaian, usia, jenis kelamin, dan kekayaan
  2. Kekayaan, busana, usia, dan tutur kata
  3. Keahlian, relasi, busana dan gaya bicara
  4. Tutur kata, usia, jenis kelammin, dan busana
  5. Kekayaan, kepandaian dan usia

 

13.   Faktor penentu stratifikasi sosial pada masyarakat bercocok tanam adalah . . .

a.       Pembuka lahan

b.      Kepandaian berburu

c.       Jenis kelamin

d.      Harta benda

e.      Umur

 

14.  Tingkah laku yang diharapkan dari seseorang yang mengaku suatu status disebut…

  1. Kedudukan
  2. Simbol
  3. Kekuasaan
  4. d.      Peranan
  5. Pangkat

 

 

15.   Kondisi yang mendorong terciptanya stratifikasi dalam masyarakat adalah . . .

a.       Melimpahnya kekayaan alam

b.      Kerjasama dalam mengerjakan tugas

c.       Perbedaan ras dan budaya

d.      Prestise sosial

e.      Status dan peranan seseorang

 

16.  Yang termasuk achieved status adalah…

a.        Dokter ahli

b.        Gelar Bangsawan

c.         Kasta Brahmana

d.        Jenis kelamin

e.        Orang kulit hitam

 

17.  Criteria pelapisan social yang dikaitkan dengan jabatan tertentu adalah…

a.      Keturunan

b.      Kepandaian

c.       Kehormatan

d.      Pendidikan

e.      Kekuasaan

 

 

18.   Primordialisme dapat terjadi karena . . .

a.       Adanya suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok sosial

b.      Adanya keinginan untuk mempertahankan keinginan pribadi

c.       Adanya kecintaan pada bangsa dan negara

d.      Adanya pembagian tugas yang terspesialisasi

e.      Adanya dominasi terhadap kelompok minoritas

 

19.   Sikap yang selalu mengukur kebudayaan orang lain dengan ukuran kebudayaan sendiri disebut…

a.      Chauvinisme

b.      Etnosentrisme

c.       Nasionalisme

d.      Heterogenitas

e.      Egosime

 

20.   Dampak positif sikap etnosentrisme adalah . . .

a.       Memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan atau bangsa

b.      Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa

c.       Meningkatkan keberagaman budaya

d.      Meningkatkan rasa tenggang rasa

e.      Memperteguh rasa cinta terhadap sesama

 

21.   Berkembangnya globalisasi memicu gaya hidup konsumtif pada masyarakat Indonesia. Hal ini bertentangan dengan prinsip hidup sederhana yang dijunjung tinggi oleh masyarakat pada umumnya. Dalam kondisi itu, timbullah konflik yang disebabkan oleh . . .

a.       Perubahan sosial

b.      Perbedaan kepentingan

c.       Perbedaan antarindividu

d.      Perbedaan kebudayaan

e.      Perbedaan antarkelompok

22.  Suatu proses social antara dua orang atau lebih sehingga salah satu pihak atau kedua pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya disebut..

  1.                 a.      Interaksi social
  2.                 b.      Pertikaian social
  3.                 c.       Persaingan social
  4.                 d.      Konflik social
  5.                 e.      Kontravensi

 

23.   Berikut ini, yang merupakan dampak positif dari sebuah konflik adalah . . .

a.       Meningkatkan solidaritas kelompok

b.      Mengubah kepribadian individu

c.       Meningkatkan integrasi

d.      Meningkatkan rasa tenggang rasa antarindividu

e.      Menghilangkan rasa dendam dan benci dalam masyarakat

 

24.   Konflik dapat berfungsi sebagai . . .

a.       Pemersatu hubungan sosial

b.      Penunjuk kekuatan dan stabilitas hubungan sosial

c.       Pemenuh kebutuhan sosial

d.      Mendorong pihak yang bertikai untuk saling memaafkan

e.      Alat pemersatu bagi anggotanya

 

25.   Mengintimidasi, memfitnah, dan meneror seseorang merupakan contoh kekerasan . . .

a.       Langsung

b.      Subjektif

c.       Objektif

d.      Tidak langsung

e.      Struktural

 

26.   Integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku dalam masyarakat disebut . . .

a.       Integrasi koersif

b.      Integrasi fungsional

c.       Integrasi struktural

d.      Integrasi nasional

e.      Integrasi normatif

 

27. Seorang murid dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan pindah ke Sekolah Mengengah Umummerupakan contoh mobilitas social…

  1.   a.          Horizontal
  2.   b.          Integrasi
  3.   c.           Antargenerasi
  4.   d.          Vertikal naik
  5.   e.          Vertikal turun

 

28.   Yang menjadi salah satu faktor penghambat mobilitas sosial adalah…

a.       Situasi politik

b.      Perbedaan ras dan agama

c.       Tingkat fertilitas yang berbeda

d.      Perubahan kondisi sosial

e.      Komunikasi yang bebas

 

29.   Peralihan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama disebut . . .

a.       Mobilitas intragenerasi

b.      Mobilitas geografis

c.       Mobilitas antargenerasi

d.      Mobilitas vertikal

e.      Mobilitas horizontal

 

30.   Ahli yang mengemukakan bahwa mobilitas sosial merupakan suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial yang lainnya adalah . . .

a.       Pitirim A. Sorokin

b.      Paul B. Horton

c.       Chester L. Hunt

d.      Peter Berger

e.      C. Wright Mills

Evaluasi Semester 2

1.       Kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu . . .

a.       Dharma

b.      Buddhayah

c.       Prasetya

d.      Satya

e.      Prapanca

 

2.      Perilaku, bahasa, dan materi merupakan contoh kebudayaan yang bersifat . . .

a.       Konkret

b.      Abstrak

c.       Berpola

d.      Mengikat

e.      Tradisi

 

3.     Kebudayaan merupakan suatu hal yang bersifat turun-temurun dari satu generasi ke generasi. Artinya, kebudayaan merupakan . . .

a.       Supernatural

b.      Superorganik

c.       Superior

d.      Berpola

e.      Supremasi

 

4.      Yang termasuk ke dalam unsur-unsur kebudayaan adalah . . .

a.       Sistem ekonomi

b.      Perkawinan

c.       Suku bangsa

d.      Pluralisme

e.      Persatuan

 

5.     Kalau kita merasa kedinginan, kita akan memakai pakaian yang lebih tebal. Kita berbeda dengan hewan yang telah memiliki bulu yang tebal untuk melindungi tubuhnya dari udara dingin. Hal ini menunjukkan bahwa . . .

a.       Kebudayaan merupakan hal yang kita miliki bersama

b.      Kebudayaan merupakan hasil integrasi

c.       Kebudayaan didasarkan pada lambang

d.      Kebudayaan adalah hasil belajar

e.      Kebudayaan bersifat universal

 

6.       Simbol terpenting dalam kebudayaan masyarakat adalah . . .

a.       Artefak

b.      Kesenian

c.       Pakaian

d.      Alat musik

e.      Bahasa

 

7.       Sistem mata pencaharian paling tua dalam kebudayaan manusia adalah . . .

a.       Bercocok tanam

b.      Beternak

c.       Berburu dan meramu

d.      Berladang

e.      Bertani

 

8.     Suatu bentuk kelompok kekerabatan di mana satu dan lainnya terikat melalui garis keturunan laki-laki saja atau perempuan saja disebut . . .

a.       Kekerabatan

b.      Klen kecil

c.       Fratri

d.      Paroh masyarakat

e.      Klan besar

 

9.      Suku bangsa Batak dan Manggarai menganut sistem kekerabatan . . .

a.       Patrilineal

b.      Matrilineal

c.       Ambilineal

d.      Unilineal

e.      Bilateral

 

10.   Yang termasuk ke dalam fungsi khusus bahasa adalah . . .

a.       Mempelajari naskah-naskah kuno

b.      Alat komunikasi

c.       Alat untuk mengekspresikan diri

d.      Alat untuk mengintegrasi dan beradaptasi sosial

e.      Alat pemersatu bangsa

 

11.   Ayam Den Lapeh merupakan lagu daerah yang berasal dari . . .

a.       Aceh

b.      Jawa Barat

c.       Sumatera Utara

d.      Sumatera Barat

e.      Riau

 

12.   Proses sosial yang dapat mengakibatkan perubahan pada sistem kemasyarakatan adalah . . .

a.       Difusi

b.      Asimilasi

c.       Orijinasi

d.      Akulturasi

e.      Inovasi

 

13.   Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut !

1.       Unsur baru yang berlawanan dengan unsur lama kemungkinan besar tidak diterima

2.       Adanya suatu pengakuan bahwa unsur baru tersebut mempunyai kegunaan

3.       Kemampuan untuk mendemonstrasikan manfaat penemuan baru tersebut

4.       Pemimpin dapat membatasi proses difusi

5.       Adanya pengakuan terhadap kegunaan penemuan baru

Pernyataan yang termasuk ke dalam faktor-faktor yang mempengaruhi difusi intramasyarakat adalah…

a.       1, 2, dan 3

b.      1, 2, dan 4

c.       1, 3, dan 5

d.      2, 3, dan 4

e.      2, 3, dan 5

 

14.   Masuknya Islam di Indonesia merupakan contoh . . .

a.       Penetration violence

b.      Penetration pasifique

c.       Difusi

d.      Inovasi

e.      Discovery

 

15.   Penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat atau gagasan disebut . . .

a.       Invention

b.      Inovasi

c.       Discovery

d.      Difusi

e.      Asimilasi

 

16.   Kriteria kelompok yang diungkapkan oleh Merton adalah . . .

a.       Ditandai dengan sering terjadinya interaksi

b.      Merupakan sekumpulan orang yang mandiri

c.       Memiliki rasa kekeluargaan yang erat

d.      Memiliki hukum yang bersifat memaksa

e.      Memiliki kesadaran untuk saling menolong

 

17.   Masyarakat yang telah mengenal pembagian kerja dan memiliki kesempatan antaranggota disebut . . .

a.       In-group

b.      Kelompok primer

c.       Solidaritas mekanik

d.      Solidaritas organik

e.      Paguyuban

 

18.   Bentuk terkecil dalam suatu kelompok sosial disebut . . .

a.       Dyad

b.      Monad

c.       Triad

d.      In-group

e.       Out-group

 

19.   Perasaan dalam dan luar kelompok merupakan dasar dari . . .

a.       Chauvinisme

b.      Nasionalisme

c.       Primordialisme

d.      Etnosentrisme

e.      Sukuisme

 

20.   Sejumlah orang yang mengerumuni korban kecelakaan mobil merupakan contoh . . .

a.       Kelompok dalam

b.      Kerumunan

c.       Kelompok luar

d.      Publik

e.      Kolektif

 

21.   Teman sepermainan dan keluarga merupakan contoh . . .

a.       Kelompok primer

b.      Kelompok luar

c.       Kelompok sekunder

d.      Kelompok sosial

e.      Kerumunan

 

22.   Berikut ini, yang merupakan ciri-ciri paguyuban adalah . . .

a.       Ekslusif

b.      Inklusif

c.       Terbuka

d.      Berdasarkan perjanjian

e.      Memiliki struktur

 

23.   Pandangan yang menyatakan bahwa orang Cina bersifat licik merupakan contoh . . .

a.       Stereotip

b.      Antipati

c.       Antagonisme

d.      Prasangka

e.      Primordialisme

 

24.   Yang termasuk ke dalam bentuk dominasi adalah . . .

a.       Genosida dan akulturasi

b.      Genosida dan segregasi

c.       Difusi dan asimilasi

d.      Segregasi dan integrasi

e.      Integrasi dan pluralisme

 

25.   Semboyan Bhineka Tunggal Ika yang dimiliki bangsa Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan . . .

a.       Masyarakat majemuk

b.      Masyarakat sosialis

c.       Masyarakat otoriter

d.      Masyarakat demokratis

e.      Masyarakat modern

 

26.   Yang termasuk ke dalam pola hubungan patenalisme adalah . . .

a.       Masyarakat madani

b.      Masyarakat kolonial

c.       Masyarakat agraris

d.      Masyarakat majemuk

e.      Masyarakat status

 

27.   Keinginan manusia untuk hidup bersama dengan orang lain disebut . . .

a.       Insting

b.      Gregariousness

c.       Hasrat

d.      Pengelompokan sosial

e.      Naluri

 

28.   Kelompok primer dalam masyarakat Indonesia dikenal pula dengan sebutan . . .

a.       Patembayan

b.      Paguyuban

c.       Kelompok sosial

d.      Masyarakat majemuk

e.      Masyarakat perkotaan

 

29.   Sikap terhadap kelompok luar ditandai dengan  . . .

a.       Simpati

b.      Perasaan senasib

c.       Kekerasan

d.      Antipati

e.      Konflik

 

30.   Kinloch mengemukakan kriteria yang mendasari hubungan antarkelompok yaitu . . .

a.       Kriteria kebudayaan

b.      Kriteria kekuasaan

c.       Kritertia pekerjaan

d.      Kriteria peranan sosial

e.      Kriteria pendidikan

 

31.   Karakteristik keragaman masyarakat menurut Van den Berghe adalah . . .

a.       Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain

b.      Musyarawah untuk menyelesaikan konflik

c.       Mengembangkan rasa saling tenggang rasa yang sangat tinggi

d.      Memiliki segmentasi budaya yang jelas

e.      Memiliki keragaman budaya

 

32.   Dasar berpikir dari masyarakat multikulturalisme adalah . . .

a.       Pluralisme

b.      Etnosentrisme

c.       Multikulturalisme

d.      Liberalisme

e.      Demokratisasi

 

33.   Masyarakat yang berusaha untuk membatasi pergaulannya dengan masyarakat lain yang dianggap dapat merusak budayanya disebut . . .

a.       Masyarakat desa

b.      Masyarakat enklusif

c.       Masyarakat inklusif

d.      Masyarakat nelayan

e.      Masyarakat pertanian

 

34.   Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!

1.       Pola pikir cenderung rasional

2.       Cenderung bersifat sekuler

3.       Religius magis

4.       Tingkat mobilitas sosial rendah

5.       Sangat tergantung pada alam

Yang termasuk ke dalam ciri masyarakat desa adalah . . .

a.       1, 2, dan 3

b.      1, 2, dan 4

c.       2, 3, dan 4

d.      2, 3, dan 5

e.      3, 4, dan 5

 

35.   Faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik dalam masyarakat Indonesia adalah . . .

a.       Adanya perbedaan sikap atau pendirian

b.      Sikap menerima perubahan secara kritis

c.       Sangat percaya pada rasionalitas

d.      Terjadinya disintegrasi bangsa

e.      Pendistribusian kekayaan yang tidak merata

 

36.   Dari segi lokalitas, masyarakat Indonesia dibagi menjadi . . .

a.       Masyarakat konservatif dan modern

b.      Masyarakat ekslusif dan inklusif

c.       Masyarakat desa dan kota

d.      Masyarakat pertanian dan nelayan

e.      Masyarakat tradisional dan modern

 

37.   Contoh masalah masyarakat Indonesia yang bersifat horizontal adalah . . .

a.      Kekuasaan dan kekayaan

b.      Kekayaan dan suku bangsa

c.       Ras dan kekayaan

d.      Suku bangsa dan agama

e.      Agama dan pendidikan

 

38.   Faktor-faktor yang mendorong keragaman masyarakat Indonesia adalah . . .

a.       Keadaan geografis Indonesia

b.      Sumber alam yang melimpah

c.       Mata pencaharian yang berbeda

d.      Realitas sosial dan budaya yang khas

e.      Adanya dominasi terhadap minoritas

 

39.   Manfaat masyarakat multikulturalisme adalah . . .

a.       Kebenaran menjadi monopoli orang yang berkuasa

b.      Munculnya rasa tidak menghargai kebudayaan lain

c.       Sebagai benteng pertahanan terhadap ancaman yang timbul dari budaya kapital

d.      Menjadi alat untuk mengembangkan adat dan tradisi

e.      Dapat berfungsi sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja masyarakat

 

40.   Masyarakat multikultural adalah . . .

a.       Masyarakat yang mengakui beragam keunikan budaya, tetapi tidak mengekang kelompok lain

b.      Masyarakat yang mengakui beragam budaya, tetapi mendominasi kelompok lain

c.       Masyarakat yang memiliki subkebudayaan yang berbeda

d.      Masyarakat yang mengakui keberagaman kelompok lain, tetapi seringkali mengalami konflik

e.      Masyarakat yang berintegrasi dalam satu pemerintahan yang otoriter

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Soal sosiologi kelas XII

1.       Adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang dijumpai dalam kehidupan sosial di masyarakat sering menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Proses ini merupakan . . .

a.       Perubahan Kebudayaan

b.      Differensiasi Sosial

c.       Peranan Sosial

d.      Perubahan Sosial

e.      Integrasi Sosial

 

2.       Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial adalah . . .

a.       Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi

b.      Program transmigrasi dari pemerintah

c.       Keberhasilan program Keluarga Berencana

d.      Adanya perpindahan penduduk antardaerah

e.      Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat

 

3.       Perubahan yang merupakan lanjutan dari perubahan terdahulu disebut . . .

a.       Perubahan mendasar

b.      Perubahan revolusi

c.       Perubahan struktural

d.      Perubahan menyebar

e.      Perubahan proses

 

4.       Pergolakan sangat erat kaitannya dengan disintegrasi karena . . .

a.       Disintegrasi berakibat terhadap perubahan

b.      Pergolakan menimbulkan chaos

c.       Pergolakan menimbulkan anomi

d.      Pergolakan cenderung menimbulkan disintegrasi

e.      Pergolakan cenderung mengarah ke konflik

 

5.       Modernisasi merupakan fase menuju industrialisasi karena di dalamnya terdapat perubahan . . .

a.       Peranan

b.      Fungsi

c.       Pola pikir

d.      Status

e.      Identitas

 

 

6.     Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan keadaan dunia sekarang. Konsep modernisasi disampaikan oleh . . .

a.       E. Moore

b.      Koentjaraningrat

c.       Astrid S. Susanto

d.      Soegono Soekanto

e.      Ogburn dan Nimkoff

 

7.       Salah satu syarat modernisasi adalah tingkat organisasi yang tinggi. Maksudnya adalah . . .

a.       Terciptanya disiplin

b.      Lahirnya birokrasi yang rumit

c.       Hilangnya suasana santai

d.      Adanya garis-garis komando

e.      Mudahnya mendapatkan data

8.   Terjadinya modernisasi di Indonesia karena didorong oleh keinginan untuk . . .

a.       Lebih menghargai waktu

b.      Hidup lebih makmur

c.       Peningkatan disiplin nasional

d.      Menikmati pembaharuan

e.      Menikmati prestasi yang dicapai

 

9.   Fungsi manifes dalam lembaga sosial adalah fungsi . . .

a.       Yang tidak disadari oleh masyarakat

b.      Yang sewaktu-waktu akan muncul kembali

c.       Yang sifatnya temporer

d.      Yang disadari oleh banyak orang di masyarakat

e.      Yang bukan merupakan tujuan utama

 

10.   Fungsi keluarga yang berkaitan dengan pelestarian nilai-nilai leluhur adalah sebagai wadah . . .

a.       Transmisi budaya

b.      Perlindungan ekonomi

c.       Pelestarian generasi

d.      Sosialisasi primer

e.      Pendidikan informal

 

11.   Jika suami istri bertempat tinggal di tempat kelahiran masing-masing, maka pola menetap yang dianut adalah . . .

a.       Patrilokal

b.      Bilokal

c.       Neolokal

d.      Avunkulokal

e.      Natalokal

 

12.   Simbol dari lembaga keluarga antara lain adalah . . .

a.       Uang

b.      Kekuasaan

c.       Bendera

d.      Cincin kawin

e.      Pendidikan informal

 

 

13.   Fungsi pranata keluarga yang paling alamiah adalah . . .

a.       Membahagiakan keluarga

b.      Mendidik anak

c.       Mewariskan budaya

d.      Membantu masyarakat

e.      Melanjutkan keturunan

 

14.   Seperangkat norma yang dibentuk, diubah, dan dipertahankan manusia disebut . . .

a.       Asosiasi sosial

b.      Adat kebiasaan

c.       Lembaga sosial

d.      Tata tertib

e.      Peraturan

 

15.   Berikut ini yang merupakan fungsi manifes dari lembaga pendidikan adalah . . .

a.       Mengajarkan status dan peranan sosial

b.      Membentuk masyarakat yang demokratis

c.       Membentuk masyarakat yang sejahtera

d.      Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan

e.      Memberi identitas diri pada warga masyarakat

 

16.   Perkawinan yang dilakukan dalam lingkungan sendiri disebut . . .

a.       Homogami

b.      Poligami

c.       Heterogami

d.      Eksogami

e.      Endogami

 

17.   Salah satu fungsi laten lembaga pendidikan adalah . . .

a.       Transmisi kebudayaan masyarakat

b.      Mengajarkan peranan sosial

c.       Membuat orang mandiri

d.      Penguluran masa ketidakdewasaan

e.      Mendapatkan lapangan pekerjaan

 

18.   Revolusi di negara dunia ketiga merupakan contoh dari perubahan  . . .

a.       Proses

b.      Struktural

c.       Progress

d.      Regress

e.      Bergelombang

 

19.   Masyarakat dan kebudayaan akan bertahan atau berubah apabila . . .

a.       Sesuai atau tidak sesuai

b.      Maju atau mundur

c.       Homogen atau heterogen

d.      Formal atau informal

e.      Religius atau sekuler

 

20.   Perubahan sosial di masyarakat dapat terjadi apabila . . .

a.       Adanya tekanan dari pihak luar

b.      Menyangkut sesuatu yang esensial

c.       Masyarakat sadar akan kekurangannya

d.      Dibutuhkan kelompok minoritas

e.      Terjadi pertentangan nilai

 

21.   Ciri proses perubahan sosial yang menyangkut sesuatu yang menjadi pedoman masyarakat dalam bertindak adalah . . .

a.       Rusaknya lingkungan fisik dan ingkungan sosial

b.      Nilai dan norma sosial tidak berfungsi di masyarakat

c.       Timbulnya anomi dan anarki berkepanjangan

d.      Masa transisi di segala sektor kehidupan

e.      Main hakim sendiri dan rendahnya kesadaran hokum

 

 

22.   Kenakalan remaja disebabkan oleh . . .

a.       Frustasi karena kegagalan

b.      Keluarga yang tidak harmonis

c.       Penyalahgunaan kebebasan

d.      Lingkungan sekolah yang tidak disiplin

e.      Semuanya benar

 

23.   Ciri masyarakat modern yang cocok dengan tuntutan globalisasi adalah . . .

a.       Memanfaatkan peluang dan mencari keuntungan

b.      Mandiri dan menghargai waktu

c.       Kontrol diri yang baik dan berwawasan luas

d.      Menghargai kaum lemah dan menjunjung tinggi HAM

e.      Melihat ke masa depan dan berteknologi tinggi

 

 

24.   Pembagian kerja pada masyarakat modern didasarkan pada . . .

a.       Kedudukan seseorang

b.      Kemampuan fisik seseorang

c.       Keterampilan atau keahlian seseorang

d.      Jabatan yang dimiliki seseorang

e.      Pengalaman seseorang

 

25.   Kesenjangan sosial-ekonomi yang terlalu tinggi mendorong timbulnya . . .

a.       Konflik antarwarga

b.      Kecemburuan sosial

c.       Disintegrasi masyarakat

d.      Kemiskinan

e.      Kebodohan

 

26.   Motivasi masyarakat desa untuk melakukan urbanisasi adalah . . .

a.       Lebih tingginya upah buruh di desa daripada di kota

b.      Kesempatan kerja yang lebih luas dan bervariasi di kota

c.       Semakin tidak lancarnya transportasi dari desa ke kota

d.      Tersedianya harga barang yang murah dan lebih lengkap

e.      Kota dapat memberikan kebahagian manusia sepanjang hari

 

27.   Dampak negatif urbanisasi yang berkaitan dengan situasi di desa adalah . . .

a.       Pengangguran semakin berkurang jumlahnya

b.      Tingginya tingkat kejahatan dan kriminalitas

c.       Berkurangnya sumber daya manusia yang potensial

d.      Lahan  pertanian yang subur semakin bertambah

e.      Terjadinya kepadatan penduduk yang sangat merata

 

28.   Yang termasuk evolusi di bidang sosial adalah . . .

a.       Perubahan sistem pertanian ladang berpindah ke sistem irigasi

b.      Penerimaan masyarakat terhadap pola hidup keluarga kecil

c.       Pergantian sistem pemerintahan komunisme ke liberalisme

d.      Penggunaan bibit hibrida menggantikan bibit lokal

e.      Penggunaan mesin traktor untuk membajak tanah

 

29.   Perubahan mode pakaian adalah perubahan yang tidak luas, karena . . .

a.       Selalu menguntungkan pedagang

b.      Hanya diikuti oleh golongan tertentu

c.       Tidak ada hubungan dengan politik

d.      Hanya untuk kebutuhan sekunder

e.      Diciptakan oleh pedagang

 

30.   Faktor yang berpengaruh terhadap penerimaan suatu unsur baru adalah . . .

a.       Tidak sejalan dengan nilai masyarakat

b.      Sejalan dengan kemauan pemerintah

c.       Belum tersedianya alat telekomunikasi

d.      Unsur yang melandasi belum jelas

e.      Langsung dirasakan manfaatnya

 

 

31.   Kesamaan modernisasi, westernisasi, dan sekularisasi terletak pada . . .

a.       Kepentingan ekonomi

b.      Kepentingan politik

c.       Kepentingan dunia

d.      Kepentingan sosial

e.      Kepentingan budaya

 

32.   Contoh westernisasi adalah . . .

a.       Giat belajar untuk kemajuan bangsa

b.      Berpakaian ala Michael Jackson

c.       Menghindari masuknya unsur budaya barat

d.      Mempelajari budaya barat

e.      Bepergian ke negara barat

 

33.   Hubungan industrialisasi dengan urbanisasi sangat erat, karena . . .

a.       Urbanisasi disebabkan oleh kesempatan kerja di bidang industri di kota

b.      Industrialisasi selalu ditunjang oelh jumlah penduduk yang banyak

c.       Industrialisasi hanya membutuhkan ilmu dan teknologi modern

d.      Urbanisasi menyebabkan perlunya pengembangan berbagai jenis industri

e.      Industri biasanya dibangun di kota dan membutuhkan tenaga kerja

 

34.   Manusia modern antara lain berciri menjunjung tinggi suatu sikap dimana imbalan yang diterima harus berdasarkan prestasi yang dicapai. Hal ini sejalan dengan konsep . . .

a.       Keadilan

b.      Kedaulatan

c.       Demokrasi

d.      Solidaritas

e.      Liberal

 

35.   Contoh modernisasi di bidang sikap dan nilai adalah . . .

a.       Menghargai semua tingkah laku orang barat

b.      Meniru mode dan kebiasaan masyarakat Amerika

c. Menolak seluruh tradisi masyarakat desa

d.      Menghargai waktu dan meningkatkan disiplin

e.      Menerima tradisi nenek moyang bangsa lain

 

 

 

 

 

By SOCIOUS SOCIETY

6. MATERI PERUBAHAN SOSIAL

 

 

PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL

 

Setiap manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapat berupa pengaruhnya terbatas maupun luas, perubahan yang lambat dan ada perubahan yang berjalan dengan cepat. Perubahan dapat mengenai nilai dan norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat ke bagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Perubahan dalam masyarakat telah ada sejak zaman dahulu. Namun, sekarang perubahan-perubahan berjalan dengan sangat cepat sehingga dapat membingungkan manusia yang menghadapinya.

 

Kehidupan masyarakat dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, sejalan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembangunan shopping center (mall), perumahan dari berbagai tingkatan, perkantoran, meningkatnya tindak kriminal serta perubahan struktur sosial masyarakat, merupakan beberapa contoh perubahan tersebut. Tuntutan kehidupan yang lebih layak membawa pengaruh perubahan terhadap lembaga pendidikan yang ada. Hal ini merupakan gambaran sekilas perubahan sosial yang berlangsung di sekitar lingkungan kita. Dalam hal ini, perlu kiranya peserta didik memahami konsep dasar perubahan sosial.

 

 

PANDANGAN PARA TOKOH TENTANG PERUBAHAN SOSIAL

 

Sampai saat ini telah dikemukakan berbagai pendapat ahli mengenai pengertian perubahan sosial. Perubahan sosial dapat diartikan sebagai ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda yang ada di dalam masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi. Adapun definisi perubahan sosial menurut pada ahli diantaranya :

 

a.Gillin and Gillin

Perubahan sosial merupakan suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik yang timbul karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun adanya penemuan baru dalam masyarakat tersebut.

 

b.Kingsley Davis

Perubahan sosial dikatakan sebagai perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi

masyarakat. Misalnya, dalam masyarakat kapitalis timbul organisasi buruh yang mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.

 

c.Samuel Koenig

Perubahan sosial terlihat pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi itu bisa terjadi secara intern maupun ekstern.

 

d.Mac Iver

Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap

keseimbangan dalam hubungan sosial tersebut.

 

e.Selo Soemardjan

Perubahan sosial adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan

dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, dan mencakup didalamnya nilai-niai dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat.

 

f.William F. Ogburn

Perubahan sosial mencakup pengertian perubahan dalam unsur-unsur kebudayaan baik

yang material maupun yang bukan material.

 

g.Bruce C. Cohen

Perubahan sosial adalah perubahan struktur sosial dan perubahan pada organisasi sosial. Syarat utama dalam perubahan itu adalah sistem sosial dalam pergaulan hidup yang menyangkut nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat.

Berdasarkan beberapa definisi yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial pada hakekatnya merupakan perubahan yang terjadi pada unsur-unsur sosial dalam kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut dapat meliputi proses interaksi sosial, struktur sosial, lapisan, sosial, nilai, norma maupun control sosial dalam lembaga kemasyarakatan.

Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa perubahan sosial adalah :

1.Perubahan pada segi struktural masyarakat seperti pola-pola perilaku dan pola interaksi antar anggota masyarakat

2.Perubahan pada segi kultural masyarakat seperti nilai, sikap, serta norma sosial masyarakat

3.Merupakan perubahan di berbagai tingkat kehidupan manusia mulai dari tingkat individual hingga ke tingkat dunia

4.Merupakan perubahan yang dapat menimbulkan ketidakseimbangan (disequilibrium) dalam suatu sistem masyarakat

 

 

TEORI PERUBAHAN SOSIAL

 

1.TEORI SIKLUS

 

Teori siklus melihat perubahan merupakan sesuatu yang berulang – ulang, tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke titik tertentu. Tidak ada proses perubahan masyarakat secara bertahap sehingga batas antara pola hidup primitif, tradisional dan modern tidak jelas.

Perubahan sosial dianggap tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun. Kemajuan dan kemunduran suatu peradaban tidak dapat dihindari dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan. Oswald Spengler mengemukakan bahwa setiap masyarakat berkembang melalui empat tahap perkembangan seperti pertumbuhan manusia : masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan tua. Sedangkan Arnold Y. Toynbee memandang bahwa kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban bisa dijelaskan melalui konsep-konsep kemasyarakatan yang saling berhubungan yaitu tantangan (challenge) dan tanggapan (response).

Perubahan sebagai suatu siklus karena sulit diketahui ujung pangkal penyebab awal terjadinya perubahan sosial. Perubahan yang terjadi lebih merupakan  peristiwa prosesual dengan memandang sejarah sebagai serentetan lingkaran tidak berujung. Ibn Khaldun, salah satu teoritisi sosiohistoris mengemukakan bahwa perubahan sebagai suatu siklus, yang analisisnya memfokuskan pada bentuk dan tingkat pengorganisasian kelompok dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. Para penganut teori siklus juga melihat adanya sejumlah tahap yang harus dilalui oleh masyarakat, tetapi mereka berpandangan bahwa proses peralihan masyarakat bukannya berakhir. Pada tahap terakhir yang sempurna melainkan berputar kembali ke tahap awal untuk peralihan selanjutnya.

 

 

Tokoh-tokoh teori siklus

 

a)Oswald Spengler

Ia berpendapat bahwa setiap peradapan besar mengalami proses pentahapan kelahiran, pertumbuhan dan keruntuhan, kemudian berputar lagi yang memakan waktu sekitar 1000 tahun.

 

b)Pitirim Sorokin

Pitirim Sorokin menyatakan terdapat tiga siklus sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir, yaitu kebudayaan ideasional yang didasari oleh nilai-nilai dan kepercayaan terhadap unsur supernatural, kebudayaan idealistis dimana kepercayaan terhadap unsur supernatural dan rasionalitas yang berdasarkan fakta bergabung dalam menciptakan masyarakat ideal dan terakhir kebudayaan sensasi yang merupakan tolak ukur dari kenyataan dan tujuan hidup.

 

c)Arnold Toynbee

Ia berpendapat bahwa peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan dan kematian.

 

d)Ibnu Kaldun

Perubahan msayarakat diwarnai dengan pertumbuhan dan penaklukan kebudayaan. Hal ini akibat konflik antara orang menetap dan orang nomaden

 

 

2.TEORI PERKEMBANGAN (LINIER)

 

Perubahan sosial budaya bersifat linier atau berkembang menuju titik tertentu, dapat direncanakan atau diarahkan. Perubahan sebagai perkembangan (linear) adalah bahwa pada dasarnya setiap masyarakat walau secara lambat namun pasti akan selalu bergerak, berkembang, dan akhirnya berubah dari struktur sosial yang sederhana menuju ke yang lebih kompleks maju dan modern.

 

Beberapa tokoh sosiologi mengemukakan tentang teori linier yaitu:

•Emile Durkheim: Masyarakat berkembang dari solidaritas mekanik ke solidaritas organic

•Max Weber : Masyarakat berubah secara linier dari masyarakat yang diliputi oleh pemikiran mistik dan penuh tahayul menuju masyarakat yang rasional

•Herbert Spencer : mengembangkan teori Darwin, bahwa orang – orang yang cakap yang akan memenangkan perjuangan hidup

Ketiga tokoh diatas menggambarkan bahwa setiap masyarakat berkembang melaui tahapan yang pasti

 

Teori Linier dibedakan menjadi :

 

a.Teori Evolusi

Perubahan sosial budaya berlangsung sangat lambat dalam jangka waktu lama. Perubahan sosial budaya dari masyarakat primitif, tardisional dan bersahaja menuju masyarakat modern yang kompleks dan maju secara bertahap Comte mengemukakan perkembangan masyarakat mengikuti perkembangan cara berfikir masyarakat tersebut yaitu tahap teologi (khayalan), tahap metafisis (abstraksi) dan tahap ilmiah (positif) Sedangkan Lenski berpendapat bahwa masyarakat berubah dari pra industri, industri dan pasca industri.

Beberapa teori Evolusi :

Unilenear theories of evolution. Ø

Teori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, bermula dari bentuk yang sederhana, kemudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna. Tokohnya antara lain, Comte, Spencer. Suatu Variasi dari teori ini adalah Cylical theories dari Vilfredo Pareto.

Universal theory of evolution Ø

Menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Teori ini mengemukakan bahwa kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. (Herbert Spencer)

Multilined theories of evolution. Ø

Teori ini lebih menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat.

 

 

b.Teori Revolusi

Perubahan sosial menurut teori revolusi adalah perubahan sosial budaya berlangsung secara drastic atau cepat yang mengarah pada sendi utama kehidupan masyarakat (termasuk kembaga kemasyarakatan)

Karl Marx berpendapat bahwa masyarakat berkembang secara linier dan bersifat revolusioner, dari yang bercorak feodal lalu berubah revolusioner menjadi masyarakat kapitalis kemudian berubah menjadi masyarakat sosialis – komunis yang merupakan puncak perkembangan masyarakat

Suatu revolusi dapat berlangsung dengan didahului suatu pemberontakan (revolt rebellion). Adapun syarat revolusi adalah :

1. Ada keinginan umum mengadakan suatu perubahan

2. adanya kelompok yang dianggap mampu memimpin masyarakat

3. pemimpin harus mampu manampung keinginan masyarakat

4. pemimpin menunjukkan suatu tujuan yang konkret dan dapat dilihat masyarakat

5. adanya momentum untuk revolusi

 

 

3.TEORI EVOLUSIONER

 

Teori evolusioner memiliki paham bahwa perubahan sosial memiliki arah yang tetap yang dilalui oleh semua masyarakat. Semua masyarakat melalui urutan pertahapan yang sama dan bermula dari tahap perkembangan awal menuju tahap perkembangan akhir. Di samping itu teori evolusioner mengatakan bahwa manakala tahap terakhir telah dicapai, maka pada saat itu perubahan evolusioner pun berakhir.

 

Tokoh-tokoh teori evolusioner:

 

a) Auguste Comte

Auguste Comte membagi perubahan menjadi tiga tahap yaitu tahap teologis yang

diarahkan oleh nilai-nilai supernatural, tahap metafisik dimana nilai-nilai supernatural digeser oleh prinsip-prinsip abstrak yang berperan sebagai dasar perkembangan budaya, dan tahap terakhir yaitu tahap positif/ ilmiah yang mana masyarakat diarahkan oleh kenyataan yang didukung oleh prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.

 

b) Darwin dan Herbert Spenser

Teori Darwin diikuti oleh Herbert Spenser yang mengatakan bahwa orang-orang cakap dan bergairah (energetik) akan memenangkan perjuangan sedangkan orang- orang yang malas dan lemah akan tersisih.

 

c) Lewis Henry Morgan

Lewis mengatakan bahwa terdapat tujuh tahap teknologi yang dilalui masyarakat yaitu dari tahap perbudakan hingga tahap peradapan.

 

d) Karl Mark

Karl Mark menyatakan tahap masyarakat pemburu primitif ke masyarakat industrialis modern.

 

4.TEORI FUNGSIONALIS

 

Teori ini berusaha mengetahui penyebab perubahan sosial hingga ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi mempengaruhinya. William F. Ogburn dengan konsep kesenjangan budaya nampak berusaha menjelaskan perubahan sosial berdasarkan teori ini. Penganutnya menerima perubahan sebagai sesuatu yang konstan dan tidak memerlukan penjelasan. (Talcot Persons)

 

5.TEORI KONFLIK

 

Konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa,sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. Teori ini dikemukakan oleh Karl Marx dan Ralf Dahrendorf. Para penganutnya berpendapat bahwa hal yang konstan adalah konflik sosial bukannya perubahan. Perubahan hanyalah merupakan akibat dari adanya konflik tersebut.

 

 

Pandangan teori fungsional dan teori konflik tentang perubahan sosial

 

Pandangan Teori Fungsional Pandangan Teori Konflik

Setiap masyarakatrelatif bersifat stabil terus menerus berubah Setiap  komponen

masyarakat biasanya menunjang kestabilan masyarakat perubahan masyarakat.

Setiap masyarakat biasanya relatif terintegrasi berada dalam tegangan dan konflik

Kestabilan sosial tergantung pada Kesepakatan     (konsensus)

dikalangan anggota. Tekanan tehadap yang satu oleh yang lainnya.

 

 

BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL

 

1.Berdasarkan Periode Waktu

 

a.Evolusi (Perubahan Lambat)

Evolusi adalah bentuk perubahan yang berlangsung secara bertahap, kontinu dan

memerlukan waktu yang cukup lama. Perubahan yang terjadi ditujukan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang timbul dalam masyarakat. Evolusi dapat diperinci sebagai berikut :

 

1) evolusi satu garis

Konsep evolusi satu garis atau Unilinear evolutions dikemukakan oleh August Comte, Herbert Spencer. Evolusi didasarkan pada pemikiran bahwa manusia dan kebudayaan mengalami perkembangan secara bertahap menurut garis yang telah diprogramkan mulai dari bentuk sederhana sampai tahap sempurna.

 

2) evolusi umum

Konsep evolusi umum atau universal theory of evolutions dipelopori Herbert Spencer.

Dikemukakan bahwa perkembangan masyarakat tidak melalui tahap tertentu yang tetap. Kebudayaan manusia mengalami perubahan dengan mengikuti garis evolusi tertentu dari kelompok homogen ke kelompok heterogen.

 

3) evolusi kompleks

Konsep evolusi kompleks atau multilinear theories of evolutions, lebih menekankan pada penelitian terhadap perkembangan tertentu dalam masyarakat.

b. Revolusi (Perubahan Cepat)

Revolusi dapat didefinisikan sebagai perubahan yang terjadi secara menyeluruh, menyangkut sendi-sendi kehidupan sosial dan berlangsung dalam waktu relatif singkat. Perubahan sosial dapat dikatakan revolusi jika dapat mengubah sendi pokok kehidupan masyarakat. Perubahan yang terjadi dapat direncanakan lebih dahulu. Relatif cepat, karena perubahan ini dapat berlangsung dalam waktu lama, misal revolusi industri di Inggris.

 

 

2.Berdasarkan Proses Terjadinya

 

a.Perubahan yang direncanakan

Perubahan yang direncanakan atau planned change/ intended change merupakan perubahan yang telah ditegaskan mengenai perencanaan, arah dan tujuan serta programnya secara jelas oleh pihak yang menghendaki perubahan (agent of change), misal program pembangunan Indonesia melalui Repelita.

 

b.Perubahan yang tidak direncanakan

Perubahan yang tidak direncanakan atau unplanned/ unintended change yaitu perubahan yang berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat. Pada umumnya perubahan ini menimbulkan akibat yang tidak diharapkan masyarakat, misal resesi ekonomi, gejolak moneter, bencana alam, krisis ekonomi global dan sebagainya.

 

3.Berdasarkan Lingkup Pengaruhnya

 

a.Perubahan kecil

Perubahan kecil akan timbul apabila perubahan yang terjadi tidak mengubah struktur dan fungsi sosial ( atau tidak ada pengaruh berarti bagi masyarakat), misal dalam mode pakaian,potongan rambut, dan sebagainya.

 

b.Perubahan besar

Perubahan besar timbul apabila membawa pengaruh terhadap perubahan struktur dan fungsi sosial, misal perubahan masyarakat agraris menjadi masyarakat industri.

 

4.Berdasarkan Struktur dan Proses

 

a.Perubahan struktural : perubahan yang sangat mendasar yang menyebabkan timbulnya reorganisasi dalam masyarakat. Contoh : Perubahan sistem pemerintahan dari kerajaan menjadi republik.

b.Perubahan proses : perubahan yang sifatnya tidak mendasar. Perubahan tersebut hanya merupakan penyempurnaan dari perubahan sebelumnya. Contoh : Perubahan dalam kurikulum pendidikan yang menyempurnakan kurikulum sebelumnya.

 

Adapun pola – pola yang sering tampak pada perubahan sosial budaya adalah :

a. Perubahan komulatif, yaitu gangguan keseimbangan yang berulang-ulang sehingga menghasilkan perubahan-perubahan baru, baik yang bersifat progress maupun regress, misal adanya penemuan baru, atau bencana alam yang terus menerus

b. Berubahan bergelombang, yaitu gangguan keseimbangan dalam masyarakat yang selalu timbul kembali, tetapi selau terjadi keseimbangan, misal perubahan model pakaian, pergantian sistem politik dan pendidikan, gerak konjungtur dalam proses ekonomi

c. Gangguan keseimbangan yang hanya sekali terjadi, misalnya, terjadinya gerakan reformasi yang telah menggantikan pemerintahan orde baru menjadi orde reformasi.

 

PROSES PERUBAHAN SOSIAL

 

1.Faktor Penyebab Internal dan Eksternal Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat dapat terjadi melalui proses akumulasi.. Menurut Soerjono Soekanto factor internal tersebut adalah:

Bertambah atau berkurangnya pendudukØ

Penemuan – penemuan baru (inovasi) baik discovery maupun invention hal ini karena:Ø

a) kesadaran individu- individu akan kekurangan dalam kebudayaannya

b) kualitas ahli- ahli dalam suatu kebudayaan

c) perangsang bagi aktivitas – aktivitas penciptaan dalam masyarakat. Pengaruh dari penemuan baru tersebut dapat bersifat memancar, menjalar maupun beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan.

Konflik dalam masyarakatØ

Terjadi pemberontakan atau revolusiØ

Discovery adalah penemuan kebudayaan atau sesuatu yang baru dalam masyarakat, baik berupa alat atau ide/gagasan. Jika discovery diakui dan telah diterima bahkan sudah diterapkan maka akan menjadi invention. Invention adalah proses dimana suatu unsur baru dihasilkan dengan mengkombinasi atau menyusun kembali unsur-unsur lama yang telah ada dalam masyarakat. Kemudian penemuan baru tersebut dapat menyebar (berakibat ke banyak segi kehidupan), menjalar (mengakibatkan perubahan pada bidang yang lain) atau beberapa penemuan baru dapat mengakibatkan timbulnya satu jenis perubahan.

Faktor dari dalam selain hal tersebut diatas juga terdapat faktor internal lain:

1.perpecahan dari masyarakat tersebut

2.individu yang kreatif yang memiliki inisiatif baru

3.munculnya kelompok sosial yang inovatif dan kreatif pemimpin yang progresif

 

Adapun menurut Soerjono Soekanto faktor eksternal (diluar masyarakat tersebut) penyebab perubahan sosial adalah :

1.Sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik, misal gempa bumi, bencana alam peperangan

2.Pengaruh kebudayaan lain, yaitu melalui difusi, akulturasi dan asimilasi. Adapun yang termasuk proses akulturasi adalah;

Subtitusi yaitu unsur kebudayaan lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih berdaya gunaü

Sinkretisme, yaitu unsur budaya lama bercampur dengan budaya baru sehingga membentuk sistem baruü

Adisi, yaitu adanya unsur budaya baru yang ditambahkan kepada unsur lama yang masih berlakuü

Dekulturisasi, yaitu adanya unsur budaya lama yang hilangü

Originasi, yaitu masuknya unsur – unsur budaya yang sama sekali baru sehingga membawa perubahan yang sangat besar.ü

 

FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN SOSIAL

 

1.Faktor Penyebab Perubahan Sosial

Pada dasarnya, perubahan-perubahan sosial terjadi oleh karena anggota masyarakat pada waktu tertentu merasa tidak puas lagi terhadap keadaan kehidupannya yang lama. Norma-norma dan lembaga-lembaga sosial atau sarana penghidupan yang lama dianggap tidak memadai lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup yang baru. Selo Soemardjan dan

Soelaeman Soemardi mengatakan bahwa secara umum penyebab dari perubahan sosial budaya dibedakan atas dua golongan besar, yaitu:

a.Perubahan yang berasal dari masyarakat itu sendiri.

b.Perubahan yang berasal dari luar masyarakat.

 

Secara jelas akan dipaparkan di bawah ini:

 

a.Perubahan yang berasal dari masyarakat.

 

1) Bertambah atau berkurangnya penduduk.

Perubahan jumlah penduduk merupakan penyebab terjadinya perubahan sosial, seperti pertambahan atau berkurangnya penduduk pada suatu daerah tertentu. Bertambahnya penduduk pada suatu daerah dapat mengakibatkan perubahan pada struktur masyarakat, terutama mengenai lembaga-lembaga kemasyarakatan.

Sementara pada daerah lain terjadi kekosongan sebagai akibat perpindahan penduduk tadi.

2) Penemuan-penemuan baru

Penemuan-penemuan baru akibat perkembangan ilmu pengetahuan baik berupa teknologi maupun berupa gagasan-gagasan menyebar kemasyarakat, dikenal, diakui, dan selanjutnya diterima serta menimbulkan perubahan sosial. Menurut Koentjaraningrat faktor-faktor yang mendorong individu untuk mencari penemuan baru adalah sebagai berikut :

1.Kesadaran dari orang perorangan karena kekurangan dalam kebudayaannya.

2.Kualitas dari ahli-ahli dalam suatu kebudayaan.

3.Perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat.

3) Pertentangan (konflik) dalam masyakat

Pertentangan dalam nilai dan norma-norma, politik, etnis, dan agama dapat menimbulkan perubahan sosial budaya secara luas. Pertentangan individu terhadap nilai-nilai dan norma-norma serta adat istiadat yang telah berjalan lama akan menimbulkan perubahan bila individu-individu tersebut beralih dari nilai, norma dan adat istiadat yang telah diikutinya selama ini.

4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi

Pemberontakan atau revolusi dapat merombak seluruh aspek kehidupan sampai pada hal-hal yang mendasar seperti yang terjadi pada masyarakat Inggris, Prancis dan Rusia.

 

b.Perubahan yang berasal dari luar masyarakat.

 

1) Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia.

Menurut Soerjono Soekanto sebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik yang kadang-kadang disebabkan oleh tindakan para warga masyarakat itu sendiri. Misalnya, penebangan hutan secara liar oleh segolongan anggota masyarakat memungkinkan untuk terjadinya tanah longsor, banjir dan lain sebagainya.

2) Peperangan

Peperangan yang terjadi dalam satu masyarakat dengan masyarakat lain menimbulkan berbagai dampak negatif yang sangat dahsyat karena peralatan perang sangat canggih.

3) Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.

Adanya interaksi langsung antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya akan menyebabkan saling pengaruh. Selain itu pengaruh dapat berlangsung melalui komunikasi satu arah yakni komunikasi masyarakat dengan media-media massa. Ada empat tipe respon psikologis individu terhadap cross-cultural contact :  Pertama, tipe passing yaitu individu menolak kebudayaan yang asli dan mengadopsi kebudayaan yang baru. Kedua, tipe chauvinist yaitu individu menolak sama sekali pengaruh-pengaruh asing. Ketiga, tipe marginal yaitu respon yang terombang ambing di antara kebudayaan asli dengan kebudayaan asing. Keempat, mediating yaitu individu dapat menyatukan bermacam-macam identitas budaya.

 

2.Faktor yang Mempengaruhi Jalannya Proses Perubahan

a. Faktor Pendorong Jalannya Proses Perubahan

1) Kontak dengan kebudayaan lain

Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu kepada individu lain dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan proses tersebut manusia mampu untuk menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Ada dua tipe difusi yaitu difusi intra-masyarakat (intra-society diffusion) dan tipe difusi antar masyarakat (inter-society diffusion). Difusi intra-masyarakat terpengaruh oleh beberapa faktor, misalnya:

a)Suatu pengakuan bahwa unsur yang baru tersebut mempunyai kegunaan.
b)Ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang dipengaruhi diterimanya atau tidak
diterimanya unsur-unsur yang baru.
c)Unsur baru yang berlawanan dengan fungsi unsur lama kemungkinan besar tidak akan diterima.
d)Kedudukan dan peran sosial dari individu yang menemukan sesuatu yang baru tadi akan mempengaruhi apakah hasil penemuannya itu dengan mudah diterima atau tidak.
e)Pemerintah dapat membatasi proses difusi tersebut.

 

Sedangkan difusi antar masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu antara lain:

a)Adanya kontak antara masyarakat-masyarakat tersebut.

b)Kemampuan untuk mendemontrasikan kemanfaatan penemuan baru tersebut.

c)Pengakuan akan kegunaan penemuan baru tersebut.

d)Ada tidaknya unsur-unsur kebudayan yang menyaingi unsur-unsur penemuan baru tersebut.

e)Peranan masyarakat yang menyebarkan penemuan baru di dunia ini.

f)Paksaan dapat juga dipergunakan untuk menerima suatu penemuan baru.

2) Sistem pendidikan formal yang maju

Pendidikan mengajarkan kepada individu aneka macam kemampuan. Pendidikan memberi nilai-nilai tertentu bagi manusia terutama dalam membuka pikiran serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah. Pendidikan mengajarkan manusia untuk dapat berpikir secara objektif bagaimana akan memberikan kemampuan untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan zaman atau tidak.

 

3) Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju.

Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat maka masyarakat akan merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru. Di Indonesia penghargaan terhadap karya orang lain masih belum tampak terbukti masih banyaknya penjiblakan karya demi memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok dengan mengorbankan orang lain. Penghargaan dapat mendorong seseorang untuk menciptakan karya-karya inovatif sehingga dapat medorong kemajuan disegala bidang kehidupan.

 

4) Toleransi

Toleransi merupakan sikap menghormati dan menghargai orang lain serta tidak memaksakan apa yang dianggap dirinya benar. Toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang (deviation), dan bukan merupakan delik.

 

5) Sistem terbuka lapisan masyarakat.

Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas atau berarti memberi kesempatan kepada para individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri. Dalam keadaan demikian seseorang mungkin akan mengadakan identifikasi dengan warga-warga yang mempunyai status lebih tinggi. Identifikasi merupakan tingkah laku yang sedemikian rupa sehingga seseorang merasa kedudukan sama  dengan orang atau golongan lain yang dianggap lebih tinggi dengan harapan agar diperlakukan sama dengan golongan tersebut. Identifikasi terjadi di dalam hubungan superordinasi-subordinasi. Pada golongan yang berkedudukan lebih rendah acapkali terdapat perasaan tidak puas terhadap kedudukan sosial sendiri. Keadaan tersebut dalam sosiologi disebut status-anxiety yang dapat menyebabkan seseorang dapat berusaha untuk menaikkan kedudukan sosialnya.

 

6) Penduduk yang heterogen

Masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang mempunyai latar belakang kebudayaan, ras, ideologi yang berbeda mempermudah terjadinya pertentangan-pertentangan yang mengundang kegoncangan-kegoncangan. Keadaan yang demikian menjadi pendorong bagi terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat.

 

7) Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.

Ketidakpuasan yang berlangsung lama dalam masyarakat kemungkinan besar akan mendatangkan revolusi.

 

8) Orientasi kemasa depan.

Setiap orang yang memiliki orientasi pemikiran kemasa depan pasti akan memiliki tekad untuk terus berusaha agar bisa hidup lebih baik. Berbagai usaha dilakukan agar bisa mencapai cita-cita yang diimpikan.

 

9) Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.

Di dunia ini tidak ada yang diperoleh dengan gratis. Semuanya butuh perjuangan dan pengorbanan untuk dapat mencapai hidup yang baik.

 

b. Faktor Penghambat

1) Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.

Kehidupan terasing menyebabkan sebuah masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan apa yang terjadi pada masyarakat lain yang mungkin akan dapat memperkaya kebudayaannya sendiri. Hal itu juga menyebabkan bahwa masyarakat terkungkung pola-pola pemikirannya oleh tradisi.

2) Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.

Hal ini mungkin disebabkan hidup masyarakat tersebut terasing dan tertutup atau mungkin karena lama dijajah oleh masyarakat lain.

 

3) Sikap masyarakat yang sangat tradisional.

Suatu sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau serta anggapan bahwa tradisi secara mutlak tak adapat diubah, menghambat jalannya proses perubahan. Keadaan tersebut akan menjadi lebih parah apabila masyarakat yang bersangkutan dikuasai oleh golongan konservatif.

 

4) Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interests.

Dalam setiap organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan pasti akan ada kelompok orang yang menikmati kedudukan perubahan-perubahan. Misalnya dalam masyarakat feodal dan pada masyarakat yang sedang mengalami tradisi. Dalam hal yang terakhir ada golongan-golongan dalam masyarakat yang dianggap sebagai pelopor proses transisi karena selalu mengidentifikasikan diri dengan usaha-usaha dan jasa-jasanya, sukar sekali bagi mereka untuk melepaskan kedudukannya di dalam suatu proses perubahan.

 

5) Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.

Memang harus diakui kalau tidak mungkin integrasi semua unsur suatu kebudayaan bersifat sempurna. Beberapa pengelompokan unsur-unsur tertentu mempunyai derajat integrasi tinggi. Maksudnya unsur-unsur luar dihawatirkan akan menggoyahkan integrasi dan menyebabkan perubahan-perubahan pada aspek-aspek tertentu masyarakat.

 

6) Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup.

Sikap yang demikian banyak dijumpai pada masyarakat-masyarakat yang pernah dijajah bangsa-bagsa barat. Mereka sangat mencurigai sesuatu yang berasal dari barat, karena tidak pernah bisa melupakan pengalaman-pengalaman pahit selama penjajahan. Kebetulan unsur-unsur baru kebanyakan berasal dari barat maka prasangka kian besar lantaran hawatir bahwa melalui unsur-unsur tersebut penjajah bisa masuk lagi.

7) Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.

Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah. Biasanya diartikan sebagai usaha berlawanan dengan ideologi masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.

 

8) Adat atau kebiasaan.

Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat di dalam memenuhi segala kebutuhan pokoknya. Apabila kemudian ternyata pola-pola perilaku tersebut efektif lagi di dalam memenuhi kebutuhan pokok, krisis akan muncul. Mungkin adat atau kebiasaan yang mencakup bidang kepercayaan, sistem mata pencaharian,pembuatan rumah, cara berpakaian tertentu, begitu kokoh sehingga sukar untuk diubah. Misalnya, memotong padi dengan menggunakan mesin akan terasa akibatnya bagi tenaga kerja (terutama wanita) yang mata pencaharian tambahannya adalah memotong padi dengan cara lama. Hal ini merupakan suatu halangan terhadap introduksi alat pemotong baru yang sebenarnya lebih efektif dan efisien.

 

9) Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki.

Konsep kepercayaan bahwa hal-hal buruk yang terjadi merupakan takdir dari yang kuasa dan sulit untuk dirubah. Sehingga menerimanya begitu saja tanpa usaha yang konkrit untuk keluar dari permasalahan yang dihadapi.

 

Perubahan sosial dalam masyarakat dewasa ini dapat diamati secara jelas. Hal dapat dilihat dari faktor :

1)tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan (pranata sosial) tertentu akan diikuti

2)perubahan pada lembaga sosial lainnya.

3.perubahan sosial yang cepat biasanya akan menimbulkan disorganisasi yang bersifat sementara dalam proses penyesuaian diri.

4.perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja.

Dalam mengamati perubahan sosial dalam kehidupan sehari-hari akan nampak dua kecenderungan. Adapun kecenderungan tersebut yaitu :

 

1.kecenderungan masyarakat untuk bertahan

 

Kecenderungan ini timbul, jika masyarakat masih melihat kegunaan suatu hal sebagai pedoman hidup dan perubahan yang muncul akan menggoyahkan keseimbangan sistem. Kecenderungan ini disebabkan :

a.adanya unsur yang memiliki fungsi penting dalam masyarakat.

b.unsur yang diperoleh melalui sosialisasi oleh masing-masing individu.

c.unsur kebudayaan yang mencakup agama dan religi yang dianut masyarakat.

d.unsur yang menyangkut ideologi atau falsafah hidup.

 

2.kecenderungan masyarakat untuk berubah

 

Kecenderungan ini terjadi mengingat kenyataan yang dihadapi manusia sehari-hari bukan merupakan keteraturan hidup yang kaku. Hidup manusia selalu terbuka untuk direvisi/ perbaikan dalam menyesuaikan perubahan dan kemajuan jaman.

 

Faktor yang mendorong terjadinya perubahan masyarakat dan budaya adalah :

a.rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada, sehingga timbul keinginan untuk perbaikan.

b.sadar akan adanya kekurangan dalam kebudayaan sendiri.

c.adanya kesulitan yang dihadapi dan harus diatasi.

d.adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan/ kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

e.tingkat kebutuhan yang makin bertambah, beranekaragam dan keinginan meningkatkan taraf hidup.

f.sikap yang terbuka dari masyarakat terhadap hal baru.

g.sikap toleransi terhadap hal yang menyimpang dari kebiasaan.

 

 

Bila dalam masyarakat terdapat keseimbangan/ harmoni, maka secara psikologis merasakan ketenteraman karena tidak ada pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai yang dianut masyarakat (social equilibrium/ keseimbangan sosial).

 

Selain itu perubahan sosial dalam masyarakat membawa dua pengaruh besar yaitu :

1.kemajuan (progress)

Kemajuan dapat tercipta jika perubahan yang terjadi dalam situasi aman, tertib tanpa menimbulkan kegoyahan dalam masyarakat dan mengarah pada peningkatan hidup manusia. Pengaruh ini misalnya mekanisasi pertanian, peningkatan mutu pendidikan, gerakan disiplin nasional, dan sebagainya.

2.kemunduran (regress)

Sebaliknya kemunduran dapat tercipta, apabila perubahan yang terjadi justru menimbulkan kegoyahan bahkan konflik dalam masyarakat. Misal : penerapan teknologi maju menimbulkan pengangguran, aktivitas hidup yang makin padat berakibat renggangnya hubungan kekeluargaan.

 

Proses awal perubahan sosial ditandai dengan komunikasi, seperti dikemukakan Alvin L. Bertrand. Melalui kontak komunikasi, unsur kebudayaan baru dapat menyebar yang berupa ide,  gagasan, keyakinan maupun kebendaan. Dalam hal ini nampak berlangsung difusi, yaitu proses penyebaran unsur budaya dari satu masyarakat kepada masyarakat lain. Dalam suatu masyarakat terdapat perubahan sosial ditandai dengan ciri :

1.Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya, karena masyarakat mengalami perubahan secara cepat dan lambat.

2.Perubahan pada lembaga sosial tertentu, akan diikuti dengan perubahan pada lembaga sosial lainnya.

3.Perubahan sosial yang cepat biasanya akan menimbulkan disorganisasi yang bersifat sementara dalam proses penyesuaian diri.

4.Perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja.

5.Secra tipologis, perubahan sosial dapat dikategorikan atas :

 

a.Proses sosial, sirkulasi dari beragam penghargaan, fasilitas dan personel di struktur yang ada

b.Segmentasi, perkembangbiakan dari unit struktural yang tidak membedakan dari unit-unit yang ada.

c.Perubahan struktur, kemunculan dari jumlah peraturan dan organisasi baru yang kompleks.

d.Perubahan di struktur kelompok, perubahan konposisi, tingkat kesadaran kelompok dan hubungan antara kelompok dalam masyarakat.

Penyesuian Masyarakat Terhadap Perubahan

Adanya unsur – unsur baru dalam masyarakat dapat mengakibatkan gangguan terhadap keserasian masyarakat. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali maka keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjustment). Bila sebaliknya maka dinamakan ketidaksesuaian sosial (maladjustment). Saluran – saluran perubahan sosial dan budaya (avenue or channel of change) merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh proses perubahan. Umumnya saluran tersebut adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, rekreasi dan lain-lan.

 

DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL

 

a.Dampak Positif

 

Dampak positif perubahan sosial adalah munculnya penyesuaian atau akomodasi. Adanya penyesuaian memungkinkan dicapainya tahap perkembangan sosial baru yang yang lebih maju dan lebih baik dari keadaan sebelumnya. Proses tersebut dapat dicapai melalui reorganisasi atau reintegrasi yaitu proses pembentukan norma – norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga – lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan

 

b.Dampak Negatif

 

Dampak negatif dari perubahan sosial adalah disintegrasi atau disorganisasi. Kondisi tersebut meliputi hal sebagai berikut:

a.adanya disorientasi nilai dan norma. Oleh R.K. Merton disebut anomie

b.munculnya konflik sosial dan horizontal

c.tidak berfungsinya secara optimal berbagai pranata sosial yang ada

d.terjadinya berbagai bentuk kerusakan lingkungan dan bencana pencemaran

e.munculnya krisis multidimensi

Adapun bentuk-bentuk disintegrasi sebagai dampak perubahan sosial adalah:

1)Kriminalitas

2)Pergolakan daerah dan separatisme

3)Aksi protes (demonstrasi)

4)Kenakalan remaja

5)Prostitusi

 

 

GLOBALISME DAN MODERNISASI

 

Pengertian Modernisasi

Pengertian modernisasi menurut beberapa ahli adalah:

1.Alex Inkeles : modernisasi adalah sikap – sikap tertentu yang menandai manusia dalam setiap masyarakat modern

2Astrid S.Susanto: modernisasi adalah proses pembangunan yang diberikan oleh perubahan demi kemajuan

3.Oghburn dan Nimkoff : modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada factor – factor rehabilitasi. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif

4.Soerjono Soekanto : modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu perencanaan yang disebut sosial planning

5.J.W. Schoorl : modernisasi merupakan penggantian teknik produksi dari cara – cara tradisional ke cara-cara yang tertampung dalam pengertian revolusi industri. Schoorl merumuskan penerapan ilmu pengetahuan ilmiah yang ada kepada semua aktivitas merupakan factor penting dalam modernisasi

Dilihat dari definisi diatas modernisasi dapat dilihat sebagai suatu perubahan fisik yaitu cara – cara tradisional kearah modern atau penggunaan teknologi atau mesin serta dari pola pikir yaitu pola pikir tradisional menjadi pola pikir rasional. Praktis dan efisien

Syarat modernisasi menurut Soerjono Soekanto adalah :

1.cara berfikir yang ilmiah (scientific thinking)

2.sistem administrasi yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi

3.adanya sistem pengumpulan datayang baik dan teratur dan terpusat

4.penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat – alat komunikasi massa

5.tingkat organisasi yang tinggi

6.sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial

 

Setiap modernisasi hal yang paling mendukung adalah sumber daya manusia modern. Adapun konsep manusia modern dikemukakan oleh Alex Inkeles adalah sebagai berikut:

1.Bersikap terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru dan penemuan-penemuan baru

2.Senantiasa siap menerima perubahan

3.Mempunyai kepekaan terhadap masalah – masalah yang dihadapi di sekitarnya

4.Senantiasa mempunyai informasi yang lengkap mengenai pendiriannya

5.Lebih banyak berorientasi ke masa kini dan masa mendatang

6.Senantiasa menyadari potensi-potensi yang ada pada dirinya

7.Tidak parah pada nasib

8.Percaya pada keampuhan iptek

9.Menyadari hak-hak, kewajiban serta kehormatan orang lain

 

Pengertian Globalisasi

Pengertian Globalisasi menurut beberapa ahli adalah :

1.Selo Soemardjan : globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalah untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya yerbentuknya PBB, OKI

2.Menurut Anthony Giddens (1989), proses peningkatan kesalingtergantungan masyarakat dunia dinamakan dengan globalisasi. Ditandai oleh kesenjangan tingkat kehidupan antara masyarakat industri dan masyarakat dunia ketiga(yang pernah dijajah Barat dan mayoritas hidup dari pertanian)

Globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan teknologi di bidang komunikasi dunia. Biasanya unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah berupa teknologi tepat guna dan mudah aplikasinya, pendidikan formal serta unsur yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat. Sedang unsur globalisasi yang sulit diteriba biasanya berupa teknologi yang rumit dan mahal, menyangkut ideologi, politik dan kepercayaan serta sukar disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat. Masyarakat penerima globalisasi ada yang mampu menerima globalisasi tersebut atau ada yang menolak. Adapun mereka yang menolak biasanya adalah :

1.kelompok masyarakat yang belum mapan atau belum siap menerima perubahan

2.kelompok masyarakat tertinggal yang terasing

3.kelompok masyarakat dari kalangan generasi tua yang cenderung mencurigai globalisasi

 

Adapun kelompok masyarakat atau individu yang menerima globalisasi adalah

1.kelompok masyarakat yang kedudukan atau status sosialnya sudah mapan

2.kelompok masyarakat kota yang telah menikmati berbagai media komunikasi dan informasi globalisasi

3.kelompok masyarakat dari kalangan generasi muda yang memiliki kecenderungan terbuka menerima unsur-unsur perubahan dan modernisasi

Dampak Perubahan Sosial Budaya sebagai Akibat Modernisasi dan Globalisasi.

 

Dampak positif modernisasi adalah

1.Tercapainya kemajuan kebudayaan bangsa

2.Meningkatnya industri yang memungkinkan masyarakat lebih sejahtera (lapangan kerja, barang konsumsi, volume ekspor dan lain-lain)

3.Meningkatnya efesiensi dan efektifitas kerja, transportasi dan komunikasi

4.Meningkatnya sector ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kualitas sumber daya manusia

 

 

Dampak negatif modernisasi antara lain

1.Pudarnya pengetahuan tradisional

2.Pudarnya sistem kepercayaan atau religi tradisional

3.Bergesernya nilai budaya akibat kemajuan di bidang teknologi dan pengetahuan

4.Melemahnya etos kerja tradisional

5.Meningkatnya angka kriminalitas dan kenakalan remaja

6.Meningkatnya tingkat pencemaran lingkungan

7.Menimbulkan kesenjangan sosial ekonomi

 

Dampak positif globalisasi

1.Masuknya nilai – nilai positif (disiplin, etos kerja, pentingnya pendidikan)

2.Mempercepat proses pembangunan karena perkembangan iptek

3.Menumbuhkan dinamika terbuka dan tanggap terhadap unsur –unsur pembaruan

 

Dampak negatif globalisasi

1.Terjadinya cultural shock, yaitu masyarakat mengalami disorientasi dan frustasi karena tidak siap menerima kenyataan perubahan akibat globalisasi

2.Terjadinya cultural lag yaitu unsur – unsur globalisasi tidak berlangsung secara serempak

3.Anomi, yaitu keadaan tanpa nilai karena nilai dan norma lama telah ditinggalkan sedang nilai dan norma baru belum terbentuk.

 

Tantangan global terhadap eksistensi Jati Diri Bangsa

 

Jati Diri Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia adalah masyarakat multikultur yang sesungguhnya sulit untuk dirumuskan jati dirinya. Tetapi bangsa Inodesia memiliki puncak-puncak kebudayaan daerah yang luhur dan akhirnya diterima oleh seluruh bangsa sehingga memunculkan budaya nasional. Jati diri bangsa Indonesia adalah budaya-budaya yang khas atau karakter yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang mampu membedakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Jati diri bangsa Indonesia antara lain

1.mementingkan nilai-nilai religius dan ketakwaan terhadap Tuhan YME

2.senantiasa menempuh jalan musyawarah

3.mementingkan gotong royong

4.menghormati harkat dan martabat orang lain (santun dan malu terhadap hal yang berkaitan dengan kesusilaan)

5.dapat menerima perbedaan serta menghargai perbedaan

 

Adanya modernisasi maupun globalisasi dapat memudarkan budaya dan jati dir bangsa. Adapun tantangan global terhadap keberadaan jati diri yang dimiliki bangsa adalah adanya sikap, unsur atau nilai:

a.Konsumerisme

b.Westernisasi

c.Sekulerisme

d.Kekurangmandirian

e.Adanya demoralisasi, kenakalan remaja

f.Munculnya kondisi disharmonis

g.Meningkatnya sikap egois dan materialistis

h.Munculnya pola kehidupan yang kompetitif dan disorganisasi sosial

i.Kerusakan lingkungan

 

Upaya Mencegah Memudarnya Budaya dan Jati Diri Bangsa

Adanya arus globalisasi dan modernisasi memunculkan masalah pada generasi muda. Generasi muda merupakan pewaris kebudayaan maupun berkewajiban mempertahankan jati diri bangsa, tetapi pada faktanya sekarang ini banyak generasi muda merasa asing di negeri sendiri. Oleh karena itu upaya mencegah memudarnya budaya dan jati diri bangsa perlu dilakukan baik oleh pemerintah, pihak swasta maupun secara penuh kesadaran oleh masyarakat itu sendiri. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

1.Melakukan reorientasi budaya (culture reorientation), yaitu aktivitas menengok kembali keberadaan budaya sebagai langkah awal untuk memperkenalkan budaya sendiri kepada generasi baru yang belum memahami nama, fungsi dan asalusul suatu subkebudayaan

2.Melakukan revitalisasi budaya, yaitu upaya perombakan dan penyesuaian sedemikian rupa sehingga unsur-unsur budaya tersebut menjadi penting kembali

3.Melakukan refungsionalisasi budaya, yaitu membuat suatu budaya mengakar dan berfungsi bagi keperluan sehari-hari masyarakat

4.Mengupayakan pelembagaan budaya

5.Melakukan implementasi budaya.

By SOCIOUS SOCIETY

5. REALITA MASYARAKAT INDONESIA

Realita Kehidupan bangsa Indonesia

Sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga kini, bangsa kita terus berada dalam ketertinggalan dan keterpurukan. Dan sampai hari ini pun kita masih tak bisa lepas dari keterpurukan dan ketertinggalan tersebut. Berbagai ketertinggalan tersebut meliputi hampir semua sendi-sendi kehidupan bangsa ini. Dibidang ekonomi tingkat pengangguran masyarakat kita masih tinggi. Kemiskinan cenderung naik. Tingkat investasi masih belum optimal. Pertumbuhan ekonomi cenderung lambat. Daya saing kita cenderung melemah, sementara Negara-negara di kawasan (China, India, serta negara asia lainnya) semakin menunjukkan performance yang cemerlang dalam laju pertumbuhan ekonomi. Dibidang politik sejak era reformasi tahun 1998, kita memang berhasil mencapai kebebasan berpolitik yang lebih dari era sebelumnya. Keberhasilan membangun demokrasi ini memang patut diacungi jempol. Namun, jika kita melihat realita yang terjadi di tangkatangrass root yang terjadi justru adalah praktik politik yang tidak sehat, yang berujung pada ketidakpercayaan public pada perangkat-perangkat politik, desentralisasi yang kebablasan (bahkan sampai mengarah pada disintegrasi).

Dibidang hukum, upaya reformasi terus dilakukan termasuk dalam pemberantasan korupsi, tetapi masih banyak catatan tersisa, bahwa praktik-praktik dunia hukum kita masih belum mengarah pada penguatan kepastian hukum. Bahkan ada kecenderungan masyarakat kita semakin antipasti terhadap kinerja perangkat-perangkat hokum negeri ini (masih ingat kasus cicak vs buaya, susno vs polri, serta kasus lainnya). Dibidang sosial-kemasyarakatan, kondisi kesehatan yang memprihatinkan, kurangnya keseriusan pemerintah dalam membangun pendidikan serta semakin lunturnya kebudayaan local yang menjadi watak dan local geniusity bangsa ini menjadi sebuah tugas berat untuk diselesaikan. Masalah-masalah kita sebagai bangsa memang kompleks serta saling terkait satu sama lain. Kita tak mungkin menyelesaikan permasalahan pendidikan tanpa melakukan perubahan mendasar pada kebijakan ekonomi. Demikian pula tidak mungkin berbicara tentang pembangunan kesehatan tanpa berbicara budaya, ekonomi dan pendidikan.

Tantangan masa depan Indonesia

Beban berat bangsa ini akan semakin berat dengan semakin beratnya tantangan masa depan. Ditengah ketertinggalan mutlak bangsa ini di semua sendi kehidupan, kita tak mampu menghentikan berbagai perubahan-perubahan global yang akan berimplikasi besar dalam kehidupan masa depan Indonesia. Masa depan yang akan dihadapkan pada arus informasi yang semakin cepat, perkembangan sains dan teknologi yang semakin cepat dan luas, pola kehidupan dunia yang semakin mengglobal dan terbuka, serta berbagai tantangan lainnya.

 

By SOCIOUS SOCIETY

4. KOMENTAR GAMBAR

 

 

 

 

 

 

Potret realita sosial di Indonesia. faktor ekonomi yang menuntun mereka terjebak dalam hal ini, masihkan Indonesia dibilang Negara merdeka, padahal perekonomian Indonesia masih rendah, bahaya laten korupsi sudah menjadi budaya dalam sebuah birokrasi politik untuk mengenyangkan perut sendiri.

Contohnya tentang mobil dinas para menteri yang harga 1 unit mobil mencapai 1,3 M. Ada yang beranggapan dengan diberikannya mobil seharga Milyaran itu untuk menggurangi tindakan korupsi para pejabat itu sendiri.
jika dilihat dari segi perawatan per unit mobil mewah itu, semakin mahal mobil yang dibeli otomatis perawatan semakin mahal pula….disatu sisi inilah potret seorang bapak yang terpaksa menjadi pemulung untuk melanjutkan hidupnya..dimana kebijakan yang sebenarnya dicita-citakan rakyat Indonesia?. inilah tugas bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk membawa Indonesia menuju lebih baik

By SOCIOUS SOCIETY

3. ANALISIS KORAN

JAYAPURA – Perang antarsuku kembali terjadi di Papua, kali ini perang yang dipicu kasus suami istri terjadi di kabupaten Tolikara, Papua, pada Jumat lalu.

Akibat perang suku yang terjadi sekira pukul 16:00 WIT sore kemarin, sebanyak 75 orang dilaporkan terluka kena panah dan 1 orang kena kampak.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono (10/7/2010) mengatakan, perang suku tersebut dipicu perkelahian antara suami istri yakni Betena Wandik dan Alpius Wenda di Kampung Muara, Kabupaten Tolikara.

Kesal dipukuli suami, akhirnya Betena pulang ke rumah keluarganya yang berada di seberang kampung. Keesokan harinya, Alpius yang hendak menjemput sang istri, mendapat pukulan dari keluarga Betena.

Tak terima dipukuli, Alpius kemudian melakukan konsolidasi kekuatan untuk balik menyerang kampung istrinya. Akhirnya perang tak terelakan hingga 76 warga dilaporkan luka parah. “Para korban saat ini sudah dievakuasi, 3 di antaranya dievakuasi ke Wamena dan 4 ke Jayapura,” katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian sudah mengumpulkan barang bukti (BB) di antaranya 6 buah parang, 13 pisau  dan badik, 50 anak panah, serta 6 busur panah. “Situasi terakhir sementara terkendali, kedua kubu sudah menarik diri ke tempat masing-masing,” lanjut Wachyono. (ram).

 

Komentar:       Lingkungan sosial di Papua membuat seseorang memperoleh dan memelihara respon-respon agresif. Kehidupan masyarakat yang masih cenderung primitif dan keras membuat mereka memelihara dan memperoleh respon-respon agresif. Sehingga setiap permasalahan yang timbul diantara mereka diselesaikan dengan cara kekerasan. Kekerasan di Papua telah menjadi tradisi. Dengan menjadi tradisi, bisa diartikan bahwa kekerasan tersebut dipelihara oleh masyarakat Papua secara turun menurun.

Selain itu, terjadi deindividualisasi yang terjadi dalam masyarakat di Papua. Sehingga identitas kelompok lebih diutamakan dalam kelompok-kelompok masyarakat di Papua. Hal ini menyebabkan fanatisme yang tinggi dalam anggota –anggota kelompok tersebut. Bila ada anggota kelompok lain memiliki masalah dengan anggota suatu kelompok tertentu, maka anggota kelompok lain sertamerta akan ikut membantu atas nama solidaritas, sehingga dari masalah yang sepele antar angota kelompok bisa memicu terjadinya perang antar suku.

Itulah sebabnya di masyarakat Papua sering terjadi kekerasan. Dilihat dari latarbelakang masing-masing individu masyarakat Papua cenderung suka melakukan tindakan kekerasan. Sehingga bisa dikatakan sulit untuk menghentikan kekerasan di Papua.

By SOCIOUS SOCIETY

2. ANALISIS KASUS

Generasi  tua yang  mempunyai cara pandang luas dan memperkuat tradisi  yang menjauhi hal hal yang menurutnya dianggap tidak sesuai dengan norma yang berlaku sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang negatif. Sedangkan  generasi muda dalam menentukan pilihannya lebih cenderung mengikuti semangatnya, dan lebih cenderung progressif bahkan agresif. Karena semangat mereka merupakan sebagai modal motor penggerak perubahan untuk generasi yang lebih maju. Akan tetapi generasi muda mempunyai pemikiran yang sempit dan cenderung mengikuti zaman yang semakin maju tanpa memikirkan dampak buruk terhadap lingkungannya.

Pola hubungan  tersebut merupakan pola hubungan pluralisme yang salah di dalam suatu kelompok masyarakat terdapat berbagai kelompok yang berbeda.

Generasi tua sebaiknya memberi sedikit toleransi terhadap generasi muda, harus mempertahankan budayannya tapi juga harus mau juga untuk menerima pengaruh dari budaya luar agar sedikit mengtahui tentang perkembangan zaman. generasi muda juga jangan terlalu berpandangan secara bebas terhadap segala sesuatu yang diinginkan dan mengikuti norma yang ada, sebab kalau terlalu mengikuti perkembangan yang bebas bisa menyebabkan sesuatu yang negatif. Perubahan social dan budaya membawa dampak positif dan negative terhadap kehidupan kita. Sebagai generasi muda kita jangan terlalu berpandangan secara bebas terhadap segala sesuatu yang diinginkan Kita harus waspada terhadap hal-hal yang menimbulkan perubahan yang mengarah ke hal negative. Kita harus mempunyai sikap tegas menolak terhadap perubahan yang membawa ke arah negative. Kita dapat mengambil pengaruh positifnya yaitu dengan tetap berpedoman pada nilai dan norma masyarakat , mengambil pengaruh positif dari budaya Barat, seperti tepat waktu , belajar keras , dan rajin belajar ilmu pengetahuan serta mengenal dan mencintai kebudayaan sendiri dengan berusaha melestarikannya dan yang terpenting adalah dengan membentengi diri dengan ilmu agama. Intinya adalah kedua generasi tersebut harus saling bertoleransi.

By SOCIOUS SOCIETY

1. KELOMPOK MINORITAS DAN MAYORITAS

Minoritas ialah kelompok sosial yang tak menyusun mayoritas populasi total dari voting dominan secara politis dari suatu kelompok masyarakat tertentu.

Minoritas dapat pula merujuk ke kelompok bawahan maupun marginal. Minoritas sosiologis tak perlu bersifat numerik sebab dapat mencakup kelompok yang di bawah normal dengan memandang pada kelompok dominan dalam hal status sosialpendidikan,pekerjaankekayaan, dan kekuasaan politik.

Indonesia merupakan bangsa yang multietnis dimana bermacam suku bangsa, budaya, dan adat istiadat berada dalam naungan bangsa yang memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika ini. Indonesia memiliki suku bangsa yang mencapai 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Selain suku, Indonesia juga negara dengan bahasa daerah terbanyak di dunia yaitu 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia.

Selain terdiri dari beragam suku dan budaya, Indonesia juga merupakan negara yang dihuni oleh penduduk yang memeluk beragam agama pula. Tak kurang ada enam agama resmi yang diakui pemerintah untuk dianut oleh warga negara Indonesia yakni Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan terakhir Konghucu.

Hal tersebut belum termasuk mereka yang tidak memeluk agama samawi tetapi berkeyakinan dengan hal – hal yang mereka anggap sebagai perwujudan dari Sang Maha Kuasa, seperti kepercayaan Parmalim dan Pelbegu dipedalaman Sumatera Utara, atau kepercayaan suku Badui dipedalaman Banten, yang kesemuanya juga dijamin keberadaanya oleh pemerintah sesuai isi pasal 29 ayat 2 Undang – Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.

Namun ada hal yang ternyata masih menggangu stabilitas dari cita-cita mulia bangsa Indonesia dalam menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa yakni minimnya nilai toleransi yang justru terjadi ditengah-tengah masyarakat Indonesia meskipun hak-hak mereka kini semakin dijamin oleh hukum sehingga kebebasan mereka sebagai warga negara yang memangku kedaulatan tertinggi negara benar-benar terimplementasi.

Hal ini terlihat dari bagaimana masyarakat kita kini masih mengalami sifat intoleransi antar sesamanya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Konflik horizontal yang diakibatkan berbagai perbedaan diantara masyarakat kita masih marak terjadi diera reformasi ini. Kemajemukan seolah menjadi musuh dalam mengarungi kehidupan negara yang katanya menjunjung tinggi semangat pluralisme ini.

Perbedaan masih belum mampu diterima secara utuh oleh rakyat kita yang notabenenya terdiri dari beragam suku bangsa, agama, kepercayaan, budaya, dan adat istiadat. Hal ini terlihat dari banyaknya sengketa yang mewarnai era reformasi dewasa ini yang diakibatkan oleh perbedaan yang ada ditengah-tengah masyarakat kita.

Mulai dari konflik agama yang belakangan mulai merebak ramai kepermukaan. Ahmadiyah yang dianggap sebagai aliran sesat justru diparangi secara tidak manusiawi oleh sesama umat islam yang menyatakan aliran tersebut harus dibubarkan. Atau konflik antara umat Islam dan umat Kristen di Bogor mengenai keberadaan Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin yang membuat hubungan antar umat beragama sempat memanas, pembantaian terhadap pemeluk aliran Ahmadiyah di Cikesik Banten, hingga yang paling hangat adalah pembantaian terhadap pemeluk islam syiah di Sampang Madura yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Bukankah bangsa kita merupakan bangsa yang gemar berdialog atau bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai silang pendapat atau perbedaan yang ada sesuai isi butir keempat Pancasila. Lalu mengapa ketika ada golongan yang merupakan sesama anak negeri ini namun memiliki keyakinan yang sedikit berbeda justru diperangi secara brutal tanpa memandang kaidah-kaidah agama itu sendiri yang mengedepankan cinta kasih antara sesama manusia dan kedamaian bagi pemeluknya.

Satu hal yang naif dilakukan oleh orang-orang yang mengaku beragama namun justru melakukan hal-hal yang jauh dari nilai-nilai agama dalam mempertahankan kepercayaannya. Seharusnya mereka yang memiliki pemahaman bahwa aliran Islam Syiah tersebut keliru, lebih bersikap dewasa dengan mengajak dialog para pengikut islam syiah dan menghindari tindakan-tindakan yang sporadis yang justru menjauhkan mereka dari ajaran-ajaran agama.

Tokoh agama harusnya juga menggunakan peran mereka sebagai pentolan umat dalam mengambil keputusan dengan cara menempatkan diri sebagai mediator dari kedua pihak yang berbeda pandangan tersebut.  Bahkan hal yang paling ironis adalah manakala isu sara yang menyangkut kaum minoritas ini merambat ke ranah politik dimana ada oknum yang merasa bahwa kelompok minoritas tidak pantas untuk memimpin bangsa ini karena mereka hanya berjumlah segelintir. Sekali lagi ini menunjukan satu ketidakdewasaan berfikir bangsa kita yang masih belum bisa menerima kehidupan yang penuh dengan dinamika keberagaman baik itu suku, agama, maupun kepercayaan.

Jika hal ini dibiarkan terus terjadi, niscaya persatuan dan kesatuan bangsa akan mengalami satu kemunduran karena sudah tidak adanya lagi sifat toleransi yang ditunjukan antar sesama umat beragama.

Pemerintah yang menjadi wadah dari sistem kenegaraan, seolah juga tidak mampu untuk melindungi hak-hak dasar setiap warga negaranya terutama kaum minoritas yang mendapat perlakuan kasar dari kelompok mayoritas. Sikap diam pemerintah inilah yang semakin lama semakin membuat kelompok minoritas seolah kehilangan haknya dalam menjalankan kepercayaannya yang meskipun telah dilindungi oleh dasar konstitusi negara.

Padahal selain telah membuat banyak aturan tentang penegakan HAM, Indonesia juga merupakan negara yang kembali terpilih sebagai salah satu anggota dewan HAM PBB. Namun tetap saja negara yang telah menjadikan HAM sebagai salah satu orientasi mutlak dalam menjalankan kehidupan bernegaranya ini ternyata belum mampu untuk mengaplikasikan segala bentuk jaminan akan kebebasan warga negaranya untuk mendapatkan hak asasinya.

Banyak peraturan yang membahas tentang penegakan HAM telah dibuat oleh Indonesia sebagai instrumen baku untuk menjamin tegaknya hak-hak dasar setiap warga negara Indonesia. Mulai dari Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang Nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2005 tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya yang diratifikasi dari International Covenant On Economic, Social And Cultural Rights atau Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial Dan Budaya, dan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2005 tentang Hak Sipil dan Politik yang juga merupakan hasil ratifikasi dari International Covenant On Civil And Political Rights atau Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil Dan Politik.

Namun semua itu seolah hampa karena hingga kini hak-hak warga negara terutama kaum minoritas masih saja kerap diabaikan oleh negara sehingga berbagai konflik yang mengakibatkan kaum minoritas semakin terpinggirkan dan hampir tidak mendapat perlindungan hukum kembali marak terjadi.***

Mayoritas dalam minoritas

maksud pernyataan tadi adalah dimana kaum minoritas mempunyai kekuasaan yang lebih besar dibandingkan dengan kaum mayoritas.Digambarkan dalam tindakan penjajahan (expansion).Dimana kaum minoritas yang lebih tangguh , lebih depresif , lebih expansif bisa untuk menundukan kaum mayoritas yang masih terbelakang dalam hal ilmu , pemikiran , dan tindakan,

Mayoritas dalam mayoritas

maksud pernyataan tadi adalah dimana kaum mayoritas mempunyai kekuasaan absolut dimana kaum minoritas tidak diperbolehkan untuk memprotes,menjatuhkan,menduduki jabatan dalam pemerintahan ataupun strata sosial.Kaum mayoritas menjadi lebih depresif dan agresif dimana ada sedikit saja kaum minoritas yang melakukan protes maka akan ditindak dengan hukum maksimum.

Kelompok-kelompok minoritas yang ada di Indonesia, baik minoritas dari segi etnis bangsanya secara pisik maupun minoritas secara pycologis perlu direkonsiliasi bukan justeru direlokasi disuatu tempat yang bisa  menjadikannya kedepan minoritas sepanjang masa.Bagi mereka kelompok minoritas yang akan menempati sesuatu wilayah karena direlokasi,akan merasa dipinggirkan oleh mayoritas yang pada ujung-ujungnya akan bisa mengancam keutuhan sesuatu bangsa dan negara Indoesia.

Kecuali jika mereka direlokasikan kesuatu tempat karena bencana alam ,yang sangat berbeda dampaknya  dengan direlokasi karena disebabkan  konflik sosial dengan mayoritas.Jika mereka di tempatkan disuatu wilayah karena bencana alam mereka tidak merasa terusir,akan tetapi jika mereka di relokasi karena konflik sosial

Akan tetapi lebih baik bagi kelompok-kelompok minoritas tersebut di rekonsiliasikan yang kemungkinan besar akan terjadi suatu”pembauran”dengan kelompok mayoritas secara perlahan-lahan akan makin padu dan utuh.Memang hal ini membutuhkan waktu yang relatif lama prosesinya ,namun hasilnya justru sangat indah  yang harmoni.                                                                                                                                                                                                                             Dampaknya sangat berbeda jika mereka yang minoritas direlokasikan kesuatu tempat ,  yang kelihatannya memang harmoni dipermukaannya saja yang sebaliknya teerjadi dalam jiwa mereka. Mereka merasa diusir oleh mayoritas karena perebedaannya,yang bisa saja menganggap sebagai tirani dari mayoritas terhadap kelompok minoritas.

Dalam konteks ini pemerintah perlu sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang tepat guna,  untuk menata bangsa Indonesia yang memang  majemuk  dalam berbagai aspek kehidupannya,dan akan  menyusun kembali struktur manajemen sebuah  bangsa dan negara Indonesia secara utuh.

Hubungan suatu kelompok dengan kelompok lain, terdapat beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Hubungan antarkelompok terwujud karena adanya interaksi suatu kelompok dengan kelompok lain.
  2. Adanya kriteria persamaan jenis, ciri fisik, budaya, dan kepentingan menjadikan suatu kelompok lebih solid dan terikat
  3. Keterikatan seseorang terhadap aturan-aturan kelompok yang mereka ikuti menimbulkan suatu pandangan dan sikap terhadap kelompok lain, yang mana aturan itu sendiri ada disebabkan oleh konsep prasangka dan konsep stereotip
  4. Adanya kelompok-kelompok yang memiliki aturan tertentu mengenai hubungan anggota sesama kelompok maupun dengan luar kelompok membuat pola hubungan antarkelompok mengarah kepada pola pluralisme dan melenceng dari arah pola integrasi
  5. Stereotip suatu kelompok terhadap kelompok lain cenderung bersifat negatif.
By SOCIOUS SOCIETY

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

By SOCIOUS SOCIETY